Pembubaran HTI Langsung Direspon MUI, Perindo Posisi ke Empat Setelah PKS

Posted by

" Keputusan pemerintah yang membubarkan dan melarang kegiatan dilakukan organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), langsung mendapat respon dari Majelis ulama Indonesia.

Seperti penyampai dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri KH Muhyiddin Junaidi mengatakan bahwa sejatinya Hizbut Tahrir (HT) telah dilarang di sejumlah negara lain. Pasalnya, kata dia, visi HT tidak sesuai dengan undang-undang di beberapa negara tersebut.

"Betul di negara-negara lain itu di-black list, di-ban, dilarang, di Rusia, kemudian di negara timur tengah tidak boleh ada HT, di Saudi Arabiyah, di Libia tidak boleh ada HT," ujarnya saat saat berbincang dengan Republika.co.id.

Di lain berita juga ada yang lebih menarik belakangan ini yakni seperti yang di release oleh portal sindonews.com

Lembaga konsultan politik PolMark Research Center Indonesia merilis hasil exit poll terbaru soal elektabilitas atau keterpilihan partai politik (parpol). Dari 13 parpol yang dipersaingkan, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menempati posisi keempat.
Exit poll tersebut dilakukan saat pagelaran Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua pada Rabu 19 April 2017. Dalam grafik hasil exit poll, Partai Perindo yang baru dua tahun berkiprah dalam kancah perpolitikan Tanah Air, melesat ke urutan keempat sebagai partai pilihan warga Jakarta.

Sumber: Republika.co.id

Peringkat Perindo Urutan ke Empat Setelah PKS

Peringkat Perindo hanya tepat di belakang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berada di urutan ketiga. Sementara dua partai yang menempati posisi puncak ialah, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra.

Topiknya sendiri berkaitan dengan elektabilitas parpol tersebut dalam ajang pemilihan legislatif yang akan diselenggarakan serentak pada 2019 berbarengan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Exit poll sendiri berisi pertanyaan tentang pelaksanaan pileg jika dilaksanakan saat gelaran Pilkada DKI Jakarta. Pilihan mengacu kepada keinginan rakyat Jakarta untuk menempatkan kader parpol duduk di kursi DPR RI.

PDIP masih mendominasi perolehan suara di Jakarta sebesar 16,9%. Diikuti oleh Gerindra dengan dukungan sebesar 16,1%. Ketiga, PKS dengan 12,8% dan Partai Perindo mendapat 5,8% dukungan. Posisi kelima ditempati oleh Demokrat dengan 4,5%.

Direktur Sekaligus Pendiri PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah menjelaskan, hasil tersebut merupakan hasil exit poll. Itu artinya, jajak pendapat tersebut dibuat tepat ketika Pilkada DKI Jakarta 19 April 2017 digelar. Responden berasal dari para pemilih yang baru saja keluar dari tempat pemungutan suara.

“Itu Exit Poll saat Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua, 19 April 2017,” jelas Eep ketika dihubungi, Jumat (21/4/2017).


Blog, Updated at: 08.23.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Aspirasi Anda