China Dan Rusia Keluarkan Veto Mendukung Pembantaian Muslim Rohingya

Posted by

PERAWANGPOS -- Dua negara yang sama-sama berideologi komunis, China dan Rusia, kembali menghadang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang akan mengeluarkan Pengesahan pernyataan menyangkut pembantaian yang terjadi di Myanmar.

Beberapa orang diplomat mengatakan, bahwa veto tersebut dilakukan dua negara komunis tersebut setelah 15 anggota Dewan Keamanan PBB bersidang membahas situasi di negara bagian Rakhine, Myanmar, tempat militer negara itu melancarkan operasi keamanan.

Pada bulan lalu, Februari 2017, kantor PBB untuk hak-hak asasi manusia, melaporkan bahwa militer Myanmar telah terbukti melakukan pembunuhan dan pemerkosaan massal terhadap kaum Muslim Rohingya yang disertai dengan pembakaran desa-desa sejak Oktober 2016 lalu.

Tindakan tersebut, oleh komisi HAM PBB, dinyatakan sudah mengarah kepada kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis tertentu.

Dalam sidang tertutup, atas permintaan Inggris, kepala bidang politik PBB Jeffrey Feltman memberikan pemaparan kepada para anggota Dewan Keamanan ; “Kami berusaha mengajukan beberapa usulan, namun kesepakatan tidak tercapai di dalam ruangan itu,” kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft,  kepada para wartawan setelah sidang.

Sebelum pernyataan dikeluarkan, Pernyataan Dewan Keamanan harus disepakati oleh seluruh anggota. Sejumlah diplomat mengatakan negara tetangga Myanmar, Cina dengan dukungan Rusia membatalkan resolusi tersebut melalui veto.

Selama pembantaian terhadap kaum Muslim tersebut, pada 9 Oktober 2016, lebih dari 75.000 orang telah mengungsikan diri dari negara bagian Rakhine ke Bangladesh.

Operasi dilakukan sebagai balasan terhadap aksi penyerangan yang ditudingkan kepada pejuang Muslim Rohingya di pos-pos perbatasan. Sebanyak sembilan personel kepolisian tewas dalam kejadian tersebut.

Sumber : ROL


Blog, Updated at: 08.14.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Aspirasi Anda