Fahri Hamzah : "Teten dan Johan Budi Kemana? Ngobrol Donk Brow"

Posted by

PERAWANGPOS -- “Dalam kasus kenaikan tarif STNK maka hoax itu berasal dari lembaga resmi yang tidak koordinasi”

Pernyataan ini disampaikan oleh Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR, menyikapi carut marut diantara pejabat eksekutif terkait kenaikkan pengurusan STNK dan BPKB yang melonjak 300 persen.

“Dalam kasus kenaikan tarif STNK, maka hoax itu berasal dari lembaga resmi yang tidak Koordinasi . Dan ini bukan kali pertama Pemerintah mengeluarkan kebijakan tanpa Koordinasi dan sosialisasi…#StopHoaxResmi,” tegas Fahri di akun Twitter ‏@Fahrihamzah.

Semestinya, Fahri menegaskan, sesama “eksekutif” harus satu komando.

“Padahal, eksekutif itu satu komando. Di tangan satu orang. Mustahil ada perbedaan. Berbeda dengan legislatif, 560 orang memiliki pemilih yang berbeda. Aspirasi berbeda. Mulut banyak. #StopHoaxResmi,” beber @Fahrihamzah.

Politisi PKS ini menegaskan, "Mengapa jika hoax ditudingkan kepada rakyat, penyebar dan pembuat hoax yang ditangkap, sementara pejabat pembuat hoax tidak dipecat?“ tanya @Fahrihamzah.

Fahri Hamzah juga dengan tegas membantah pernyataan Kapolri Tito Karnavian,  bahwa kenaikan biaya STNK sudah mendapat persetujuan DPR. “Mustahil, sebab itu dasar ya UU. Bukan persetujuan komisi 3…,” tegas @Fahrihamzah.

Terkait sengkarut kenaikan biaya STNK dan BPKB, Fahri meminta juru bicara Presiden RI atau Pemerintah untuk “berbicara” masalah tersebut. “Aneh…jubir Pemerintah di mana Aja? #NgobrolDongBrow! Kebijakan Pemerintah harusnya dijelaskan jubir Pemerintah..@DPR_RI justru bertanya. Johan Budi sama Teten ngapain Aja tuh..hehe..Halo Jubir…,” sindir @Fahrihamzah.

Sumber : Twitter FH


Blog, Updated at: 08.01.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Aspirasi Anda