Setelah Debat Terbuka Pilkada DKI, Kompas Pun Kalang Kabut

Posted by

PERAWANGPOS -- Media terdepan di Indonesia, Kompas, terlihat kalang kabut. Tidak diduga bahwa DEBAT KANDIDAT yang digelar di kandang mereka sendiri, KOMPAS TV, memporakporandakan kepercayaan diri para pendukungnya Ahok, calon yang secara diam-diam mereka dukung.

Tim inti Ahok, termasuk yang tersangkut kasus reklamasi, sampai marah-marah pada Ahok yang keteteran dalam debat itu. Kualitas Ahok terkuak. Kompas makin kalang kabut karena lawan debat yang hadir Anies dan Sandi, datang dengan peci dan baju taqwa, yang terasa sekali mewakili simbol Islam.

Di panggung Kompas yang berjiwa Katolik itu, pasangan Anies-Sandi berani menyanyikan lagu Rindu Rasul. Sebuah pukulan ideologis bagi Kompas dan Ahok.

Karena itulah, Anies harus dibalas dan dihukum. Caranya: buat survei yang menunjukkan bahwa Ahok naik dan Anies jatuh. Gunakan metode sampling yang tidak akurat untuk jumlah populasi yang besar supaya seolah ilmiah tapi sebenarnya didomplengi misi memenangkan Ahok.

Inilah yang hari ini diluncurkan. Tidak main-main: di halaman pertama. Di survei ini, Ahok dapat angka 33%, agus 37,1% sementara Anies dihukum dengan hanya diberi 19,5%. Ini angka yang aneh karena undecided yg di semua survei yang lain masih banyak tiba-tiba menyusut tinggal di bawah 10%. Sebuah hil yang mustahal, kata srimulat.

Selama ini Kompas tidak pernah memuat Pilkada DKI di halaman satu, kecuali saat pengumuman calon. Hari ini semua berubah. Kompas unjuk gigi.

Mengapa Kompas geram dengan Anies dan ingin segera menyingkirkannya? Bagi Ahok, lebih mudah menjegal Agus di putaran kedua, karena keterbatasan Agus soal program dan kasus korupsi yang menjerat lingkaran Cikeas.  Skenarionya: biarkan Agus lolos ke putaran dua, lalu hajar dengan menjadikan Ibas sebagai tersangka. Kalaupun ini tidak jalan, logistik 9 Naga juga pasti bisa mengalahkan logistik Cikeas (yang selama ini menjadi keunggulan Agus).

Survei yang dikeluarkan Kompas ini justru menunjukkan siapa yang ditakuti dan ingin segera dihajar oleh kelompok sekuler radikal yang didukung oleh konglomerat penghisap kekayaan rakyat ini. Artinya, kita juga tahu siapa yang harus kita menangkan untuk memenangkan keadilan.

Kompas yang biasanya bermain halus kali ini main keras dan kasar. Tidak ada penjelasan lain kecuali pendukung Ahok panik dan kalang kabut.

Sumber : Dari Aplikasi WA, Heru


Blog, Updated at: 14.44.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Aspirasi Anda