Saat Ini, 50.000 Warga Aleppo Menunggu Evakuasi, Tanpa Makanan Dan Obat-obatan

Posted by

PERAWANGPOS -- Saat ini (17/12/2016), Koresponden Orient News mengabarkan, sekitar 50.000 warga Aleppo timur, termasuk 800 warga sipil yang cedera akibat serangan brutal Syiah, menunggu untuk dievakuasi dari zona perang.

Mereka yang terkepung di Aleppo timur berada dalam keadaan yang mengerikan. Selain ancaman rudal, mereka juga harus menghadapi cuaca yang sangat dingin diluaran sana. Tidak ada makanan, tidak ada obat-obatab. Sungguh kondisi yang sangat mencekam.

Evakuasi sempat terhenti karena adanya serangan dari para milisi Syiah yang dibayar pemerintah Iran.

Sebelum evakuasi berhenti, tercatat ada tujuh gelombang pengungsi mencapai pedesaan barat Aleppo. Setelah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Turki dan Rusia terwujud, warga sipil diangkut melalui bus-bus. Warga yang cedera diangkut di ambulans. Warga yang memiliki mobil pribadi mengungsi dengan kendaraan mereka.

Sedangkan gelombang kedelapan yang meninggalkan kota itu pada hari Jum'at, dihentikan oleh teroris Syi'ah yang didukung Iran, dan 800 orang ditahan untuk sementara waktu. Dengan sewenang-wenang, teroris Syiah mengeksekusi 14 orang pengungsi dan memaksa mereka kembali ke Aleppo timur.

Pejuang oposisi terpaksa menerima kesepakatan gencatan senjata karena serangan bombardir biadab tanpa pandang bulu dan kepungan ketat demi menghindari lebih banyak jatuh korban di kalangan warga sipil.

Sumber : Orient News


Blog, Updated at: 14.35.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Aspirasi Anda