Terkait Bom di Samarinda, Pengamat Minta Agar Diadakan Test Urine. Mengapa?

Posted by

PERAWANGPOS -- Pasca ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda (13/11), netizen ramai memunculkan kembali prediksi pengamat teroris Mustofa Nahrawardaya soal kemungkinan “aksi teror” pasca demonstrasi 4 November 2016.

Sebelumnya, Mustofa di akun Twitter menulis: “Hari-hari penuh kebohongan begini, biasanya ada kejadian-kejadian terkait terorisme yang mengejutkan. Coba besok kita lihat.” (06/11).

Mustofa semua pihak mewaspadai “aksi terror” jelang Desember 2016. “Begitulah. Apalagi mendekati Desember,” tulis @TofaLemon menanggapi komentar akun ‏@lawan077. Sebelumnya @lawan077 menulis: “@TofaLemon bener juga ramalan Ente hari ini BOMnya baru meledak.”

Diberitakan sebelumnya, pelaku pelempar bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, berhasil ditangkap polisi. Pelaku yang beralamat di wilayah Bogor, Jawa Barat itu mengenakan kaos bertuliskan “Jihad”.

Ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di saat sedang berlangsung ibadah gereja. Sejumlah korban menderita luka-luka. Empat motor rusak terkena ledakan.

Terkait tertangkapnya pelaku, Mustofa meminta pelaku di-test urine. “Sekali2, pelaku bom Gereja mbok dii test Urine,” tulis @TofaLemon.

Sumber : Intelijen


Blog, Updated at: 14.38.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda