"Ssst... PDIP Akan Dukung Ahok. Syaratnya, Rombongan Parpol Dan Topeng Ahok Harus Minggat

Posted by

PERAWANGPOS -- Jakarta – Akhirnya seperti yang diprediksi oleh para tokoh politik terkait dengan “hembusan angin” soal politik balas jasa, antara PDIP plus Komjen Polisi Budi Gunawan, Ahok dan Presiden Joko Widodo.

Keinginan Petahana Basuki Tjahaja Purnama untuk bisa menggandeng PDIP sebagai partai pengusungnya pada perhelatan pilkada gubernur DKI Jakarta Februari 2017 nanti, jika memang sesuai wacana semakin terbuka ketika Jokowi mengusulkan nama Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN).

Namun itu tidak “gratis” karena pengangkatan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN menggantikan Sutiyoso, sebagai imbalannya, PDIP harus mau masuk ke dalam “rombongan” tiga partai sebelumnya, Hanura, Nasdem dan Golkar, dan juga ikut bergabung beserta Kelompok Relawan pendukung Ahok lainnya.

“PDIP tidak semudah itu akan masuk ke dalam “Rombongan Topeng” milik Ahok,” ujar akun @ndyArthrunZarra, karena menurut Andy, PDIP ditangan Megawati tidak semudah itu bisa ditekan. Apalagi di lingkungan “rombongan topeng relawan”, julukan Andy buat Jasmev dan Teman Ahok, yang nota bene hanyalah sekumpulan orang-orang yang bisanya “menjilat”. “Apanya yang bisa dibanggakan dari mereka ? Sekumpulan orang-orang yang hanya bekerja untuk uang, bukan karena hati tulus untuk mendukung,” ujarnya.

Sementara itu santer terdengar jika keinginan Ahok untuk menarik PDIP tidak semudah itu, laksana wanita cantik yang dipaksa menikah, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh Ahok dan pendukung lainnya. “Saya dengar sih, PDIP meminta agar para “Rombongan Topeng” harus keluar, karena PDIP sendiri saja sudah mampu untuk mengusung cagub mereka sendiri,” ujar akun @Swulll “Bisikan” yang diterima @Swulll, jika PDIP menginginkan ketiga partai lainnya segera “angkat kaki” dan dipersilahkan untuk mencari Cagub lainnya.

Dan diperkirakan kkelompok Teman Ahok yang selama ini, selalu mengkritik PDIP, dipastikan juga harus segera “menghilang” dari peredaran di lingkungan Bacagub Basuki Tjahaja Purnama. “Tapi bang, semua baru “Bisikan” seperti halnya bisikan di awal ketika beredar nama Budi Gunawan akan menjadi Kepala BIN, namun PDIP harus mau mendukung Ahok,” ujar @Swulll kepada media. Salah satu pendukung Jempol Rakyat lainnya, hanya bisa tertawa, jika benar PDIP masuk, dan lainnya segera angkat kaki dari sekitar Ahok. “Kira-kira 3 partai itu akan usung siapa ? Prediksi saya sih pastinya mereka akan mencari Bacagub lainnya, yang dianggap lebih kuat, dan yang saat ini mengalahkan elektabilitas Ahok cuma Yusril,” ujar @macan_utara.

Sementara itu, khusus buat Jasmev dan Teman Ahok, apabila juga ikut terusir, menurut @macan_utara, para relawan tersebut, akan berupaya “menjilat” ke PDIP agar tetap dipakai, “kalau nggak, ya kelaut pastinya,” tawa @macan_utara, yang memprediksi jika “Yang Kelaut” duluan adalah rombongan Teman Ahok dibawah pimpinan, Amalia “KTP Bodong” Ayuningtyas.

” Begitulah kalau mendukung mengharap ada bayaran, jadi si penerima dana berhak dan wajib untuk menerima segala bentuk perlakuan dan hinaan dari pemiik Modal. Semetara itu, walaupun sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD DKi Jakarta Bambang DH yang keras menyuarakan menolak Ahok, telah digantikan, justru di arus bawah PDIP semakin berani mengungkapkan ucapan penolakan Ahok sebagai Gubernur DKI, bahkan ada juga yang berencana akan membakar Kartu Anggota PDIP, apabila DPP memaksa untuk tetap mencalonkan Ahok.

Sumber : PembawaBerita


Blog, Updated at: 09.27.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda