CEO APPLE : Kejatuhan Blackberry Sudah Di Prediksi

Posted by

PERAWANGPOS  -- Keputusan BlackBerry yang secara resmi hengkang dari produksi ponsel pintar cukup mengejutkan banyak pihak. Dalam laporan keuangan kuartal kedua 2016 yang berakhir pada 31 Agustus diketahui pendapatan dari bisnis ponsel hanya US$105 juta.

Menanggapi keputusan pesaingnya, CEO Apple Tim Cook mengaku tidak kaget. Meskipun sudah menerapkan beragam strategi bisnis, menurutnya hal itu tidak lantas mengembalikan dominasi BlackBerry di industri ponsel pintar.

Kepada Financial Times, Cook mengaku tidak terkejut dengan keputusan BlackBerry yang melepas mereknya ke pihak ketiga. Menurutnya, hal itu menandakan akhir dari era BlackBerry di industri ponsel pintar.

"Saya pikir pendapatan mereka (BlackBerry) dari bisnis ponsel beberapa periode terakhir kian menurun drastis. Kami akan lebih fokus melihat kesempatan besar, bukan hanya di sisi konsumen tapi juga korporasi," ungkapnya.

Saat ini, BlackBerry mengklaim menguasai 0,1 persen bisnis ponsel pintar, yang disebut Cook berbanding jauh dengan pangsa pasar iPhone yang mencapai 13,8 persen.

Meski tidak mengungkapkan secara gamblang, sikap Apple yang memperluas pontensi bisnis ke ranah enterprise tentu membuka peluang baru. Mengingat sejauh ini hanya BlackBerry yang memiliki catatan fokus mendominasi bisnis korporasi.

Kemarin (29/9), di hari yang sama saat BlackBerry memutuskan untuk 'menghilang' dari persaingan bisnis ponsel pintar, Apple justru baru membuat kesepakatan dengan Deloitte.

Dalam kesepakatan tersebut, Cook mengatakan kemitraan dengan korporat merupakan langkah logis untuk mengamankan ceruk bisnis yang lebih besar.

"Ekspansi ke korporasi membuka peluang menjadikan iPhone dan iPad bukan sekedar mengirim surel, browsing, mengirim pesan, dan memaksimalkan kalender, tetapi benar-benar memaksimalkan perangkat untuk mendukung produktivitas," ucap Cook dalam sebuah wawancara.

Sebagai bagian dari kesepakatan, kedua perusahaan akan membuat unit konsultasi baru, Enterprise Next yang bertujuan membantu klien Deloitte di lebih dari 20 bidang dalam mendapatkan layanan yang lebih cepat.

Sumber : Financial Times


Blog, Updated at: 14.47.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda