Wow! WNA Iran Sudah Mencapai 1000 Orang di Pekanbaru, Hati-Hati Ajaran Syi'ah

Posted by

PERAWANGPOS, PEKANBARU - Kasus Warga Negara Iran yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Pekanbaru, harus menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Mengingat jumlah imigran saat ini di Kota Pekanbaru sangat banyak, jumlahnya mencapai 1000 orang.

"Ini jangan dibiarkan, kok bisa seorang imigran yang lari dari rudenim memiliki KTP. Tentu ada aksi suap menyuap serta pemalsuan identitas di sini," ungkap Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi Anwar kepada datariau.com, Rabu (24/8/2016).

Dikatakan Politisi PKS ini, keberadaan para imigran asal Iran ini diduga memiliki paham sesat Syiah, dengan berbagai kesesatannya dan senjata ampuh untuk menjaring pengikut dengan nikah mut'ah, dikhawatirkan Kota Pekanbaru akan menjadi sasaran mereka.

"Imigran yang ada di Kota Pekanbaru sangat dikagumi kaula muda khususnya para remaja putri. Inilah jebakan, dan kita khawatir jika nantinya banyak yang menjadi korban dari aksi nikah mut'ah para imigran yang berpaham Syiah," kata Mulyadi.

Untuk itu, Mulyadi meminta pemerintah untuk segera memperketat pengawasan terhadap imigran yang ada di Kota Pekanbaru. Jangan dibiarkan bebas keluar dari rudenim.

"Karena sekarang mereka sangat bebas mau kemana saja bisa, berkeliaran di Kota Pekanbaru dan berbaur dengan masyarakat setempat, ini yang kita pertanyakan kepada pemerintah, mengapa kok semakin longgar sekarang dan semakin bebas imigran berkeliaran," tegas Mulyadi.

Ditambahkan Mulyadi, pemerintah harus serius mengusut adanya seorang imigran Iran yang sampai memiliki KTP Kota Pekanbaru dan menjelaskan kepada masyarakat luas, agar tidak berbaur dengan imigran.

"Jelaskan juga sampai berapa lama mereka para imigran ini di Kota Pekanbaru," pungkasnya.

Seperti diketahui, berkas kasus Warga Negara Iran yang memalsukan KTP Pekanbaru, Riau sudah lengkap atau P21. WN Iran tersebut bernama Behzad Sheydaei yang diduga berpaham Syiah.

"Berkasnya sudah lengkap (P21)," kata Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Surawan kepada wartawan di Pekanbaru, Senin pekan lalu seperti dikutip Radar Pekanbaru.

Meskipun berkas telah rampung, Surawan mengatakan masih belum menyerahkan ke Kejaksaan dan masih menunggu petunjuk jaksa.

Hal itu dilakukan karena selain terjerat kasus kepemilikan kartu identitas palsu, ada perkara lainnya yang saat ini ditangani Polresta Pekanbaru.

"Kita masih menunggu petunjuk jaksa. Ada LP lainnya di Polresta, jaksa menunggu itu," lanjutnya.

Behzad Sheydaei merupakan imigran asal Iran yang memiliki KTP dengan nama Benham. KTP tersebut dikeluarkan di Pekanbaru pada 2013 lalu dengan alamat Jalan Aur Kuning, Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya.

Ia diduga memiliki KTP tersebut untuk mengajukan pinjaman. Dalam menangani perkara tersebut, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Diantara saksi yang telah diperiksa adalah RT dan RW tempat KTP itu dikeluarkan. 

Dari pemeriksaan, diketahui bahwa Behzad Sheydaei alias Behnam memegang paspor bernomor K30803398 yang diterbitkan pada tanggal 7 September tahun 2014 dengan kewarganegaraan Iran.

Seperti dikutip Tribunnews, berikut rekam jejak Behzad alias Behnam di Indonesia.

* Behzad Sheydaei alias Behnam masuk ke Indonesia pada 2011 melalui Pontianak, Kalbar. Pria Iran itu ditangkap imigrasi setempat karena masuk secara ilegal. Sempat ditahan di Pontianak, Behnam kemudian dibawa ke Pekanbaru.

* Sejak 17 Februari 2014, keberadaan Behnam tidak diketahui lagi atau diduga kabur dari Rudenim Pekanbaru.

* Belakangan terungkap Behnam memiliki KTP Pekanbaru yang diterbitkan 25 Oktober 2013, dengan alamat Jl Aur Kuning, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Diduga KTP itu aspal, asli tapi palsu.

* Di saat bersamaan, pria ini memegang paspor bernomor K30803398 yang diterbitkan pada tanggal 7 September tahun 2014 dengan kewarganegaraan Iran. Diduga paspor ini dibuat Behnam setelah ia berhasil keluar dari Indonesia dan pulang ke Iran.

* Setahun belakangan, ia membuka kafe Parsian di Jl Tengku Zainal Abidin, Pekanbaru.

Behzad Sheydaei alias Behnam, diduga membohongi aparatur pemerintahan setempat saat hendak meminta izin membuka kafe di ruko yang berada di wilayah Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota.

Ia tak datang langsung mengurus izin, tapi melalui seorang perempuan lokal. Ketika itu, sang perempuan menyebut Behnam berasal dari Turki.

"Katanya dia dari Turki, dibilang mau buka kafe masakan Timur Tengah, namanya Parsian. Perempuan itu entah pacarnya atau bagaimana, awalnya kami tidak tahu," jelas istri aparatur pemerintahan setempat kepada Tribun.

Sempat terjadi keributan internal keluarga di kafe tersebut. Dari sinilah kemudian aparat setempat baru mengetahui kalau Behnam berasal dari Iran.

"Dari sanalah kami minta bukti paspornya, kemudian saya fotokopi. Dia ngakunya bukan imigran, tapi resmi punya paspor," lanjutnya.

Berdasar inilah kemudian ia meminta si perempuan pasangan Behnam untuk memperlihatkan Kartu Keluarga (KK). Tak ada nama Behnam di KK yang diserahkan perempuan tersebut. Belakangan ia mengetahui dari pemberitaan media massa Behnam diduga memiliki KTP Pekanbaru, demikian dilansir Voa-Islam.

Sumber: Datariau.com


Blog, Updated at: 09.32.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda