Pengamat : Kenaikan Rokok Hanya Pengalihan Isu Izin Freeport

Posted by

PERAWANGPOS -- Isu kenaikan harga rokok merupakan bagian dari strategi Pemerintahan Joko Widodo untuk mengalihkan isu perpanjangan izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia.

Analisis itu disampaiakan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (22/08). “Naiknya harga rokok hanya pengalihan isu perpanjangan izin ekspor konsentrat Freeport,” ungkap Muhammad Huda.

Huda memperkirakan, kenaikan harga rokok akan ditentang kalangan DPR maupun rakyat, khususnya buruh rokok dan petani tembakau. “Ini sama saja mematikan produksi rokok dalam negeri dan menimbulkan matinya industri, selanjutnya terjadi pengangguran,” kata Huda.

Menurut Huda, harga rokok dinaikkan dengan tujuan negara mendapatkan pendapatan dari pajak cukai, menjadi bukti bahwa ambisi Jokowi sangat tidak realistis. “Ini menunjukkan target pendapatan tidak tercapai, maka mencari cara cepat dengan menaikkan harga rokok,” papar Huda.

Kata Huda, kenaikan harga rokok dengan maksud negara mendapatkan pendapatan secara cepat dari pajak cukai justru tidak tercapai. “Pabrik rokok lesu, mana yang bisa ditarik pajaknya. Kalau sudah begini, Jokowi akan gunakan cara lain. Ini menandakan cara Jokowi mencari uang sudah sampai pada tahap kebingungan,” pungkas Huda.

Seperti diketahui, mencuatnya isu kenaikan harga rokok hingga Rp 50 per bungkus menjadi berita populer di sosial media ataupun media massa, mengalahkan isu perpanjangan izin eksport konsentrat PT Freeport Indonesia.

Perpanjangan izin itu dikeluarkan tak berapa lama setelah Archandra Tahar menjabat sebagai Menteri ESDM.

Rekomendasi perpanjangan persetujuan ekspor konsentrat Freeport diperpanjang hingga 11 Januari 2017, setelah izin ekspor konsentrat Freeport habis pada 8 Agustus 2016. ESDM memberikan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 10 Agustus 2016.

Sumber : CNN


Blog, Updated at: 10.36.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda