Harga Rokok Naik 50 ribu Perbungkus, APBN Akan Meningkatk

Posted by

PERAWANGPOS, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung realisasi kenaikkan harga rokok hingga 50 ribu perbungkus. Ketua DPR, Ade Komaruddin menilai, dengan menaikkan harga jual rokok, penerimaan negara meningkat.

"Kalau dinaikkan harganya, otomatis penerimaan negara dari sektor cukai akan meningkat. Itu artinya, menolong APBN kita supaya jadi lebih sehat di masa mendatang," kata Ade di Jakarta, Minggu (21/06/2016).

Selain itu, usulan pemerintah terkait dengan kenaikan harga rokok itu juga akan dapat mengurangi perilaku konsumtif masyarakat terhadap rokok.

"Saya menyakini bahwa hal ini tidak akan mengganggu petani tembakau untuk mereka dapat seperti sediakala bekerja di sektornya," katanya.

Sebagai perbandingan, Indonesia termasuk negara yang yang tarif cukainya rendah. Padahal seharusnya, harga jual rokok mahal melalui tarif cukai yang tinggi. Cukai merupakan instrumen untuk membatasi dan mengendalikan suatu barang yang perlu dikendalikan dan dibatasi. Selain tembakau, barang lain yang dikenai cukai adalah etil alkohol dan minuman yang mengandung etil alkohol.

"Di negara maju, harga rokok sudah lebih dari Rp100 ribu dan terbukti di sana tidak membuat pabrik rokok bangkrut atau memberhentikan buruh-buruhnya. Pabrik rokok memberhentikan buruhnya karena pabrik melakukan mekanisasi, menggantikan buruh dengan mesin," katanya.

Itu juga yang terjadi di Indonesia. Sebelum harga mahal untuk rokok diwacanakan, industri rokok sudah lebih dulu memberhentikan buruhnya karena melakukan mekanisasi.

Sumber: inilah.com


Blog, Updated at: 22.59.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda