Aylan Kurdi, Omran Daqneesh, dan Entah Siapa Lagi Berikutnya

Posted by

PERAWANGPO SERANGAN Rusia di Aleppo telah memberikan trauma mendalam bagi anak-anak Suriah. Tidak hanya bangunan hancur, namun kebahagiaan itu juga runtuh bersama dengan darah yang terus mengalir di bumi Suriah.

Omran Daqneesh, anak Suriah yang berusia 5 tahun merupakan salah satu dari anak-anak yang menjadi korban dari serangan rezim.

Ia terjebak di antara reruntuhan bangunan akibat serangan rezim di wilayah Aleppo. Wajah mungilnya dipenuhi dengan darah dan debu, senyumnya hilang. Yang terlihat kini hanyalah keletihan, kesedihan dan penderitaan.

Dalam sebuah rekaman video yang menyentuh hati, tampak Omran langsung mencari anggota keluarganya yang hilang setelah bom menerjang rumah mereka. Padahal, saat itu, bocah laki-laki tersebut sedang diselamatkan dari puing rumahnya yang hancur. Omran mencari keluarganya sambil menyeka debu di dahi. Ia kemudian menyadari tangannya berlumuran darah.

Oman tidak menangis menyadari luka pada sekujur tubuhnya. Dia menunggu dengan tenang di ambulans sambil menanti tim relawan Pertahanan Sipil Suriah, yang dikenal sebagai White Helm, menyelamatkan nyawa empat anak lainnya, sebelum membawa mereka semua ke rumah sakit.

Apa yang terjadi kepada Omran Daqneesh mengingatkan dunia akan peristiwa Aylan Kurdi, seorang anak Suriah lain ditemukan di sebuah pantai di Turki tahun lalu. Aylan tenggelam saat ia dan keluarganya berusaha menyeberangi Mediterania. Mereka berharap dapat menemukan perlindungan di Eropa.

Muhamad, 47 tahun, paman Aylan, menceritakan, detik-detik sebelum tewas, balita itu sempat menyampaikan agar ayahnya tak mati. “Daddy, jangan mati,” kata Muhamad menirukan pernyataan Abdullah, ayah Aylan.

Abdullah telah berupaya merengkuh kedua putranya, tapi gagal. “Dia berusaha dengan seluruh kekuatan mendorong kedua anaknya ke atas permukaan agar selamat. Dan mereka berteriak: ‘Daddy, jangan mati’,” ujar Fatima Kurdi, bibi Aylan, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

Kisah Aylan dan Omran adalah pandangan nyata di Suriah. Bayi-bayi dan balita tewas menjadi kisah gelap dalam sejarah kemanusiaan di Suriah. Melihat invasi militer yang terus dilakukan Rusia, mungkin mereka bukanlah korban terakhir.

Sumber: Islampos.com



Blog, Updated at: 23.23.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda