Alamak! Penghulu Kampung Suka Mulya Tidak Bisa Hormat Ke Merah Putih, Ada Apa Ya....

Posted by

PERAWANGPOS, DAYUN – Hiporia dalam merayakan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-71 di Kabupaten Siak sangat dirasakan cukup meriah di seluruh penjuru daerah, baik mereka yang tinggal di perkotaan maupun mereka yang tinggal di pedesaan.

Namun, ada sedikit pemandangan aneh pada prosesi puncak peringatan HUT R1 Ke-71 yang digelar di Kantor Kecamatan Dayun. Dari sekian banyak Penghulu Kampung (Kades, red) yang hadir untuk mengikuti acara itu, hanya Penghulu Kampung Suka Mulya Muhammad Milu Harjo yang tampil dengan gaya berbeda. Yakni terlihat cuek dan enggan untuk memberikan hormat kepada Sangsaka Merah Putih saat pengibaran bendera berlangsung.

Sehingga fenomena (pemandangan unik, red) tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, dan menganggap si Penghulu tidak tau etika/tata krama dalam mengemban dan menjalankan peran fungsinya sebagai figur pejabat publik.

“Sebagai seorang penghulu, yang notabene selaku pemimpin masyarakat semestinya bisa menunjukkan hal-hal yang baik, jangan sampai malah menunjukkan hal-hal aneh yang justeru bisa menimbulkan anggapan negatif, semua pada hormat ke Sangsaka Merah Putih kok dia sendiri malah cuek aja,” ujar Ferdi, Rabu (17/8/2016), salah seorang wartawan Siak yang kala itu turut hadir di acara Upacara.

Atas kejadian tersebut, awak media berupaya mengkonfirmasi pihak yang bersangkutan (penghulu Kampung Suka Mulya, red) Muhammad Milu Harjo. Dan dirinya menyebutkan bahwasanya kala itu tangan dan kakinya sedang mengalami kram (kesemutan, red).

“Waduh mas, tangan saya kram jadi gak bisa ikutan hormat saat pengibaran bendera merah putih di upacara HUT RI ke-71 kemarin itu, maklum lah karena duduk terlalu lama,” jawab Muhammad Milu.

Sebagai pengganti pemberian hormat dengan mengangkatkan tangan ke atas, Penghulu Kampung Suka Mulya itu mengaku telah mendongakkan kepalanya sambil menatap Sangsaka Merah Putih.

“Karena tangan saya kram, maka saya tidak mengangkatkan tangan seperti teman-teman yang lain, tapi saya mendongakkan kepala sambil menatap bendera yang berkibar itu, sebagai pengganti mengangkat tangan,” kilahnya lagi beralasan.

Tak cukup sampai di situ, Penghulu Kampung Suka Mulya yang akrap disapa dengan panggilan Milu itu juga mengemukakan, bahwasanya saat itu cuaca di halaman Kantor Camat Dayun cukup terik. Sehingga menyebabkan tubuhnya terasa begitu kelelahan.

“Maklum lah mas umur saya sudah 44 tahun, jadi kalau duduk terlalu lama sering kesemutan, apalagi saat upacara HUT RI ke-71 kemarin itu cuacanya sangat terik sekali. Dan juga banyak kok para peserta upacara itu yang terkadang sampai pingsan,” tutupnya.

Sumber: infosiak.com


Blog, Updated at: 11.18.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda