Aduh! Honorer Siak Sudah Berbakti 15 Tahun, Diberhenti Tanpa Pemberitauan

Posted by

PERAWANGPOS, BUNGARAYA – Nasib tragis dialami oleh Slamet Sutarman SPd.SD, salah seorang mantan pegawai honorer yang pernah mengabdi selama 15 tahun di dunia Pendidikan Kabupaten Siak. Dirinya diberhentikan oleh pihak dinas dari pekerjaannya tanpa ada pemberitahuan tertulis maupun lisan terlebih dahulu.

Sehingga peristiwa tersebut sangat mengundang perhatian sejumlah pihak. Termasuk awak media yang sempat berkunjung dan berbincang-bincang di rumah kediaman Slamet Sutarman, untuk mencari kebenaran tentang prihal pemberhentian dirinya.

“Saya bekerja sebagai honor Pemda di SDN 01 Buantan Lestari Kecamatan Bungaraya sejak tahun 2001 yang lalu, dan pada bulan Juni 2016 kemarin saya diberhentikan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Yang mana selama ini saya menjabat selaku Kepala TU di sekolah itu,” terang Slamet Sutarman, Selasa (23/8/2016), saat ditemui di kediamannya.

Dikatakannya juga, saat diberhentikan dari pekerjaannya tersebut, Slamet Sutarman hanya bisa pasrah karena menurut informasi yang diterima dari sejumlah teman-temannya. Faktor usia lah yang menyebabkan dirinya harus rela kehilangan mata pencariannya itu.

“Sebelum saya diberhentikan, ada beberapa teman yang menyampaikan bahwa para honorer yang telah berusia di atas 60 tahun akan dirumahkan oleh pihak dinas. Dan ternyata informasi itu benar, saya salah satu tenaga honorer yang harus menerima kenyataan pahit itu,” lanjutnya.

Namun, pada proses pemberhentian tersebut, ada sesuatu yang menurut Slamet Sutarman merupakan hal yang aneh dan terkesan janggal. Karena secara tiba-tiba saja nama dirinya hilang alias tidak tercantum dalam daftar ampra gaji.

“Terakhir saya terima gaji adalah pada bulan Maret 2016, yang kala itu dibayarkan gaji 3 bulan sejak Januari hingga Maret,” sambungnya.

“Dan pada bulan Juni 2016, saat saya dan teman-teman semua hendak mengambil gaji untuk bulan April – Mei, ternyata nama saya sudah tidak tercantum lagi dalam ampra gaji. Ketika saya tanyakan pada Kepala Sekolah dan Juru Bayar, mereka semua pun mengaku tidak tau, padahal selama April – Mei itu saya masih aktif masuk dan bekerja sebagaimana biasa,” tutupnya.

Dengan demikian, pegawai honorer Pemda Siak yang telah mengabdi selama 15 tahun itu, merasa dizholimi oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak. Karena gajinya selama bekerja pada April – Mei 2016 (Dua bulan, red) sampai hari ini tak kunjung dibayarkan, dan berkemungkinan lenyap bak ditelan bumi.

Sumber: infosiak.com


Blog, Updated at: 17.00.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda