MasyaAllah.. Tanda Malam Lailatul Qadar Muncul Di Langit Minas

Posted by

PERAWANGPOS, MINAS - Malam lailatul qadar merupakan malam teristimewa dari seluruh malam dan hanya turun pada bulan ramadhan. Bahkan keistimewaan malam lailatul qadar salah satunya adalah merupakan malam yg lebih baik dari 1000 bulan.

Namun hal yang sangat mengagumkan terjadi tadi pagi tgl 2 Juli 2016 pukul 7.30 pagi. Salah seorang pengendara motor yang merupakan warga perawang mengabadikan suatu momen yang sangat langka dan sesuai dengan hadist tentang tanda-tanda malam lailatul qadar. Salah satunya yaitu matahari berwarna putih sempurna dan lebih putih dari bulan purnama dan cahayanya tidak terpancar kesegala penjuru.

Ia mengirimkan postingannya melalui akun facebook "Hengky Fitrayco" tentang kejadian mengagumkan yg ia temukan pada saat mengendarai kendaraannya menuju Pekanbaru pada pagi 2 Juli 2016. Ia menyaksikan matahari putih yg merupakan salah satu tanda bahwa malam sebelumnya telah turun malam lailatul qadar.

Mengutip ulasan dari rumaysho.com tentang ciri malam lailatul qadar sebagai berikut.
Tanda Malam Lailatul Qadar

1- Keadaan matahari di pagi hari, terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762)

2- Kedaan malam tidak panas, tidak juga dingin, matahari di pagi harinya tidak begitu cerah nampak kemerah-merahan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)

Semoga umat muslim yg beri'tikaf pada malam sebelumnya yakni pada malam sabtu mendapatkan rahmat malam lailatul qadar.




Sumber: tim redaksi perawangpos


Blog, Updated at: 22.27.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda