Empat Kasus Pembunuhan Bermotif "Sakit Hati Di Ranjang"

Posted by

PERAWANGPOS, JAKARTA - Banyak kasus pembunuhan bermotif sakit hati kepada perempuan teman kencannya, khususnya di Ibu Kota dalam beberapa tahun belakangan.

Umumnya, alasannya masalah sepele. Seperti mengejek hingga menyinggung perasaan. Seperti kasus yang dialami Tata Cubby di Tebet Jakarta Selatan.

Kasus pembunuhan serupa juga dialami Asisten Presdir PT XL Axiata Hayriantira atau perempuan yang akrab disapa Ryan itu. Dia tewas setelah diduga mengejek alat kejantanan teman kencannya.

Yang teranyar, adalah kasus yang dialami wanita muda bernama Alika di hotel bilangan Cilincing, Jakarta Utara, yang dibunuh dengan cara sadis oleh teman kencannya. 

Begitu juga kasus kematian karyawati bank Farah Nikmah Ridallah, yang diduga tewas di tangan pengusaha Calvin usai berkencan.

Berikut empat pembunuhan sadis berlatar sakit hati yang dihimpun perawangpos.com

Tata Cubby

Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubbyyang disebut-sebut pekerja seks komersil secara online itu, tewas di kamar kosannya, Jalan Tebet Utara 1, Tebet Timur, Jakarta Selatan, pada 11 April 2015.

Di kamar kos tempat pembunuhan ini, ditemukan alat kontrasepsi, kaos kaki, bed cover, dan kabel yang diduga untuk menjerat leher perempuan asal Depok, Jawa Barat, itu.

Pembunuh Tata Chubby, Muhammad Prio Santoso yang tak lain pelanggannya merasa sakit hati lantaran diejek bau badan, saat berkencan dengan wanita yang memiliki tabungan hingga puluhan juta itu.

Guru les privat itu kini telah divonis 16 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu 18 tahun kurungan penjara.

Asisten Presdir PT XL Axiata

Asisten Presdir PT XL Axiata, Hayriantira, juga tak jauh berbeda dengan nasib yang dialami Tata Cubby. Dia tewas di tangan teman dekatnya, Andy Wahyudi.

Andy mengaku tidak pernah merencanakan pembunuhan terhadap teman wanita yang sudah ia kenal sejak dua tahun itu. 

Andy mengklaim, saat ia dan Ryan sepakat membuka kamar dan menginap di hotel, tak tebersit niat meniduri Ryan. Begitu pun saat berada di kamar. Namun saat itu Ryan meminta ia menggaulinya.

Kemarahan Andy meradang secara tiba-tiba, saat mendengar Ryan  mengejek alat kejantanannya. Dia langsung mendekam wajah janda dua anak itu hingga tewas.

Tersadar baru saja membunuh Ryan, Andy pun memutar otak agar aksinya tidak terbongkar. Maka dia pun segera melucuti pakaian Ryan dan menenggelamkan dengan posisi telungkup dalam bak air panas.

Ryan ditemukan tewas mengenaskan di Hotel Cipaganti, Jalan Raya Cipanas, Tarogong, Garut Jawa Barat, pada Kamis 6 Agustus 2015.

Jasad Bersimbah Darah

Pembunuhan sadis juga dialami wanita 25 tahun bernama Alika di Hotel Elysta di Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara pada Selasa malam 12 Juli 2016.

Adalah Syahril Sidik yang diduga teman kencan semalam Alika, sebagai pembunuhnya. Ia yang ditangkap Purwakarta, Jawa Barat itu mengaku kalap lantaran tidak terima diejek bau badan. 

Selain ejekan itu, Syahril juga mengaku marah karena disebut mirip king kong oleh Alika, saat berhubungan badan. 

Tak lama berselang, Syahril mengambil pisau dan menusuk perut teman wanita semalam itu, hingga sembilan kali serta bagian leher berkali-kali.

Usai membunuh, Syahril mengambil barang-barang Alika. Saat berhasil kabur, Syahril membuang pisau di kawasan Bulog, Jakarta Utara. Dia kabur menggunakan sepeda motor dengan tujuan rumah saudaranya di Cimahi, Jawa Barat.

Wanita Dalam Boks

Farah Nikmah Ridallah juga senasib dengan Ryan. Ia tewas di tangan Calvin alias CS, karena sakit hati dengan perkataan karyawan bank swasta itu. Calvin dan Farah adalah teman kencan semalam.

Sebelum pembunuhan terjadi, pada Jumat 8 Juli 2016 sekitar pukul 19.00 WIB Calvin menghubungi Farah melalui telepon dan aplikasi pesan Whatsapp agar datang ke apartemennya, Aston Marina, Ancol, Jakarta Utara.

Tiba di apartemen, Farah sempat berbincang di lobi dengan Calvin. Keduanya lalu naik ke kamar Calvin dan diduga berhubungan intim sekitar pukul 21.00 WIB. Farah mendapat imbalan Rp 4 juta dari Calvin. Keduanya lalu tidur bersama hingga pagi.

Keesokan harinya, pada Sabtu 9 Juli 2016, Farah dan Calvin makan siang di lantai dua Apartemen Aston Marina. Lalu, Calvin kembali mengajak berhubungan badan, namun Farah menolaknya, sambil berkata 'kamu keluarnya cepet, ngapain diterusin lagi, lagian saya juga sudah dicari orangtua saya'.

Sabtu sore, warga Penjaringan, Jakarta Utara, menemukan jenazah dalam boks di kolong tol Pantai Indah Kapuk (PIK). Warga mencurigai boks yang dililit lakban itu lantaran mengeluarkan bau busuk dan dikerubungi banyak lalat.

Jajaran Polsek Metro Penjaringan akhirnya membuka boks tersebut yang berisi jenazah Farah, yang sudah membengkak dan membusuk.

Sumber: liputan6.com


Blog, Updated at: 07.46.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda