Cubitlah Kami, Wahai Guru Kami...

Posted by

Oleh: Adi abdillah, S.IP
Pemerhati sosial keagamaan

BAPAK dan ibu guru.

Terimakasih atas jasa-jasamu. Engkau mengajarkan kepada kami agar bisa membaca, menulis dan berhitung. Dengan tiga kemampuan itu, ada di antara kami siswa-siswimu yang kini menjadi dosen, pengacara, dokter, pegawai, pejabat, pengusaha dan sebagainya.

Gajimu memang tak seberapa, tetapi yang kami bsa dapatkan dari ilmu yg kau ajarkan kpd kami, jauh lebih besar dari gajimu.

Bapak ibu guru yang baik.

Sabar ya… dalam mendidik kami. Jika ada diantara siswa-siswimu yang nakal dan keterlaluan, tegurlah kami.

Jika kami ternyata tidak mempan ditegur. Cubitlah kami.

Namun jika ternyata kau takut dilaporkan orang tua kami karena mencubit kami, maka jangan beri kami nilai. Jangan tegur kami, jangan sapa kami, biarkan kami seperti orang hilang di kelas.

Jika kami tanya, jangan dijawab. Jika kami usul, jangan diterima.

jika kami mengumpulkan PR atau lembar ujian, jangan terima lembar jawaban kami. Mungkin memang sepantasnya kami tidak naik kelas.

Bapak ibu guru.
Negara kita memang begini. Kian hari generasi penerus bangsa tambah rusak dan hancur. Maafkan kami bapak dan ibu guru.

Maka jangan ragu, cubitlah kami. []


Blog, Updated at: 08.30.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda