AS Meminta Bukti Keterlibatan Fethullah Gulen Atas Kudeta Di Turki. Jawaban PM Turki Ini Buat AS Terdiam

Posted by

(Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Pertemuan Parlemen AKP)

PERAWANGPOS, ANKARA -- Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengonfirmasi pada Selasa bahwa sebuah permintaan resmi telah dikirim kepada AS untuk mengekstradisi Fetullah Gulen, seorang tersangka kunci yang memiliki kaitan dengan upaya kudeta gagal pada hari Jumat.

Mengetuai pertemuan partai AKP di parlemen di Ankara, Selasa (19/7), Binali Yildirim mengkritik AS karena ‘terus-menerus’ meminta Turki menyediakan bukti untuk keterlibatan tokoh yang berbasis di Pennsylvania AS dalam percobaan kudeta tersebut sebelum mengekstradisinya.

"Wahai Amerika, ketika peristiwa 11 September 2001, kalian penjarakan ribuan orang di Guantanamo dan kalian paksa orang-orang yang kalian tuduh terlibat untuk diserahkan ke negeri kalian. Apakah anda menyediakan bukti saat meminta teroris yang melaksanakan serangan 11 September?

Sekarang ini, kudeta di depan mata dan kalian masih minta bukti? Pun kami akan ketengahkan setumpuk bukti-bukti nyata tersebut kepada kalian," kata PM Binali Yildirim.

"Kami tak memiliki keraguan akan sumber dari kudeta mengerikan ini dan kami tahu seluruh detail tentang siapa yang membantunya dan bagaimana," tegasnya.

Sebelumnya, pada hari Senin (18/7), Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyebut di Brussels pada pertemuan dengan Uni Eropa bahwa negaranya memiliki “sebuah proses formal yang berkaitan dengan permintaan ekstradisi” dan bahwa Turki “harus mengirim bukti, bukan tudingan”.

Otoritas Turki telah menyebut bahwa kudeta gagal pada hari Jumat dirancang oleh pendukung Gulen, yang dituduh melakukan kampanye jangka panjang untuk menggulingkan Negara melalui pendukungnya didalam institusi Turki seperti militer, polisi dan peradilan.

“Jangan melindungi pengkhianat lagi. Tak berguna bagi Anda,” sebut sang perdana menteri Turki kepada Amerika.

“Setiap kudeta, tanpa kecuali, buruk dan berdarah. Tapi tak ada upaya kudeta dalam sejarah politik kami yang sekejam seperti yang terjadi pada 15 Juli kemarin. (Kudeta-kudeta yang lalu) Tak ada yang dipandu oleh seorang pengkhianat dalam bentuk ulama. Tak ada yang mengebom parlemen,” ujar Perdana Menteri yang menggantikan Ahmet Davutoglu 24 Mei 2016 lalu.

Sumber :  TurkyNews


Blog, Updated at: 05.54.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda