Amerika Serikat Sanksi Kim Jong-Un, Korut Anggap AS Deklarasikan Perang

Posted by

PERAWANGPOS, PYONGYANG – Pemberian sanksi Amerika Serikat (AS) kepada pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah mengakibatkan situasi di Semenanjung Korea semakin memanas. Informasi itu disampaikan Direktur Jenderal Departemen Urusan Amerika Serikat (AS), Han Song Ryol.

Menurut Han, perang besar-besaran bisa meletus jika Washington dan Seoul terus melakukan latihan perang bersama pada bulan depan di Semenanjung Korea. Latihan militer bersama kedua negara selama ini selalu direspons keras oleh Korut.

Sanksi AS terhadap Korut bahkan disebut Han sebagai sebuah tindakan berbahaya. Menurut Han, manuver tersebut dapat menimbulkan konfrontasi terbuka antara kedua negara. Apalagi, sejumlah pasukan khusus telah dipersiapkan untuk membunuh para pucuk pimpinan negara. 

Karena itu, menurut Han, pemberian sanksi terhadap Kim Jong-un merupakan sebuah keputusan final. Sanksi ini bahkan disebut secara lancang menentang superioritas Pemerintah Korut.

"AS telah melintasi garis merah konfrontasi. Kami menganggap tiga kali kejahatan ini sebagai sebuah deklarasi perang,” ujar Han, sebagaimana dilansir Belfast Telegraph, Kamis (28/7/2016).   

Meskipun Korut sudah mendapat sanksi berat dari dunia internasional karena program senjata nuklir dan pembangunan rudal jarak jauh, tapi pemberian sanksi Washington terhadap Kim pada  6 Juli 2016 merupakan yang pertama kali.

Merespons tindakan tersebut, Korut langsung memutuskan alat komunikasi resmi dengan AS sepekan kemudian. Segala sesuatu yang menyangkut kedua negara akan diperlakukan di bawah hukum perang.

AS baru-baru ini diketahui meletakkan Kim dan 10 orang lainnya sebagai individu yang mendapat sanksi karena melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Kim juga dituduh melakukan tindakan kasar dalam menghadapi segala bentuk perbedaan politik di Korut.

Sumber: okezone


Blog, Updated at: 18.59.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda