Ooo ... Ternyata Kitab Kuno Berusia 600 Tahun Ini Yang Menjadi Dalih China Menguasai Laut China Selatan

Posted by

Buku kuno berusia 600 tahun yang jadi dalih China sebagai pemilik kawasan Laut China Selatan (YouTube)


PERAWANGPOS -- Buku kuno yang dijuluki “holy grail” ini diklaim ditulis lebih dari 600 tahun yang silam. Buku kuno tulisan tangan inilah yang jadi dalih Cina sebagai pemilik hampir seluruh kawasan Laut Cina Selatan yang kini disengketakan banyak negara.

Buku tersebut juga diklaim Cina sudah jadi warisan turun-temurun nelayan Cina sejak ditulis. Buku itu merupakan panduan navigasi tradisional yang dikenal sebagai “genglubu”.

Dalam buku tersebut terdapat petunjuk navigasi ke kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan yang diklaim Cina dengan nama Kepulauan Nansha dan Huangyan. Namun oleh Filipina dan Taiwan juga diklaim dengan nama Scarborough Shoal.

”Buku ini tidak mudah untuk dipahami atau diuraikan, karena menggunakan kata-kata kuno dan ungkapan kuno untuk petunjuk. Tapi begitu ‘kode’ terpecahkan, akurasinya perlu dipertanyakan,” tulis Cina Daily yang mengulas tentang buku kuno tersebut, Kamis (23/6/2016).

Pemilik buku kuno ini adalah seorang pensiunan nelayan berusia 81 tahun bernama Su Chengfen. Dia mengatakan kepada media pemerintah Cina bahwa dia mewarisi buku kuno itu dari ayahnya ketika dia menjadi kapten kapal pada usia 23 tahun. Su mengatakan ayahnya diberi buku oleh kakeknya.

”Saya mengandalkan itu selama bertahun-tahun sampai saya punya peta modern dari Laut Cina Selatan pada tahun 1985,” katanya.

Menurut ulasan media Cina, ada sekitar 1.000 “genglubu” yang beredar, tetapi akademisi memperkirakan hanya sekitar selusin yang masih ada. Dari jumlah itu, buku milik Su dianggap sebagai yang paling rinci dan penting.

Gao Zhiguo, Direktur Institut Cina untuk Strategi Pembangunan Kelautan, yang jadi ahli di Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut, menyebut buku kuno tersebut sebagai ”bukti besi berlapis”.

”Kami dapat menyimpulkan hak bersejarah Cina untuk memancing dan berlayar di Laut Cina Selatan, serta (hak) berdaulat. Salah satu buku tentang genglubu mengalahkan seribu kata,” ujarnya.

Zhou Weimin, mantan profesor Hainan University dan penulis buku tentang genglubu berjudul An Arcane Book About The South Cina Sea mengatakan buku milik Su adalah “bukti tak terbantahkan kedaulatan China atas Kepulauan Huangyan”.

”Tidak seperti versi lain (dari genglubu), itu menggambarkan rute yang tepat menuju Kepulauan Huangyan. Ini jelas membuktikan bahwa generasi nelayan Cina telah bekerja di pulau itu,” katanya.

Zhou mengatakan nelayan Cina di zaman kuno menyebut ada 136 pulau dan terumbu karang di berbagai genglubu, dan itu masih banyak yang digunakan sampai sekarang.

Sumber : CNN


Blog, Updated at: 05.32.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda