Meskipun Banyak Hujatan, Ia Tetap Ciptakan Bahan Bakar Air

Posted by

PERAWANGPOS -- Bahan bakar dari air? Apakah tidak aneh? Percaya tidak percaya, namun inilah faktanya.

Dicky Zainal Arifin, yang tidak lain adalah guru utama Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBDHI), berhasil mengembangkan teknologi bahan bakar dari air. Satu penemuan fenomenal yang benar-benar luar biasa.

“Ini merupakan satu di antara 27 bidang yang sedang kami teliti sejauh ini,” kata Dicky ketika ditemui Prestasi Indonesia di kantornya, Jl. Raja Mantri Kulon 14, Bandung, Jum’at (24/06/2016).

“Orang mungkin tidak percaya. Tapi kami sudah buktikan bahwa ini bisa. Lihat saja, hanya dengan menambahkan beberapa tetes air, lampu ini menyala,” tambahnya sambil memperagakan perangkat teknologi canggih yang berhasil dia ciptakan.

Beberapa produk teknologi baru fenomenal yang diperagakan Dicky benar-benar membuat takjub mereka yang menyaksikannya. Apalagi, seperti berulang kali dia kemukakan, ini bukan sulap dan bukan juga sihir atau magicalias aksi pedukunan. Dilihat dari sejumlah media yang dia peragakan, ini benar-benar pengembangan teknologi canggih yang didasarkan pada fakta ilmiah. Yaitu fakta yang dapat diuji dari sisi sains dan teknologi.

Menurut dia, selain bahan bakar dari air ini, di antara sejumlah temuan baru yang berhasil dia kembangkan adalah apa yang dia namakan dengan “baterai thorium”. Baterai yang tidak memerlukan charger. Tidak perlu pengisian daya seperti baterai kebanyakan.

Peragaan teknologi bahan bakar air. (Foto: Dok M. Luthfi)

“Bayangkan kalau baterai tidak perlu di-chargingsejak awal dibuat dan bisa terusrunningseperti baterai Thorium ini,” papar pria yang mengaku sangat sibuk mengurus kepentingan komunitasnya.

Dia menjelaskan protype baterai thoriumyang masih dalam tahap pengembangan. Sebuah prototype baterai super canggih yang tidak butuh pengisian daya. Bahkan,  baterai ajaib ini, menurut Dicky, diperkirakan akan mampu bertahan dan berfungsi sebagai baterai selama lebih dari 27 ribu tahun.

Mestinya dengan sejumlah prestasi yang berhasil dia ukir,  Dicky sangat membanggakan sebagai salah satu dari 250 juta anak bangsa yang berprestasi. Tapi kenyataannya sangat berbeda.

Menurut Dicky, baik dirinya maupun komunitas yang dia bina tidak henti menghadapi fitnah dari beberapa pihak tertentu. Terutama dari mereka yang melancarkan tuduhan bahwa Dicky telah mengembangkan aliran sesat. Sebuah tuduhan yang sekarang bahkan sedang diteliti kebenarannya oleh Majelis Ulama Jawa Barat.

Ketika dimintai konfirmasinya seputar masalah ini, Sekretaris Umum MUI Jabar, KH. Rafani Akhyar, mengaku memang telah menerima laporan berkenaan dengan masalah ini. Bahkan pihak MUI Jabar pun sudah meminta klarifikasi dari pimpinan komunitas LSBDHI itu.

“Ya. Untuk sementara, apa yang jadi tugas kita sudah kita lakukan. Laporan yang masuk kita terima dan klarifikasi dari Dicky juga sudah kita mintakan. Jadi, sekarang kita tunggu saja hasil kajian dari majelis fatwa MUI Jabar,” ujar Kiyai Rafani.

Dicky sendiri mengakui bahwa serangan yang dihadapkan pada dirinya maupun kelompoknya tidak henti datang. Meski demikian, semua itu tidak akan membuatnya berhenti berkreasi.

“Tantangan pasti ada. terutama dari kalangan mereka yang mungkin akan terganggu kepentingan bisnisnya disebabkan adanya temua ini. Tapi dalam rangka melakukan suatu kebaikan, hal itu sudah lumrah,” ujarnya. “Biarlah masyarakat saja yang akan menilai.”

Sebagaimana sering dia postingkan di akun Twiternya miliknya, menurut Dicky, tantangan dan hambatan membangun peradaban begitu luar biasa dari mereka yang zona nyamannya terganggu. Namun tetap umat jauh lebih penting.

Bahan bakar air dan baterai tanpa charger. (Foto: Dok M. Luthfi)

“Dengan maraknya pemberitaan fitnah pada saya di MedSos, itu masih tidak akan membuat saya stress dan marah…..heuheuheu…kasihan mereka,” twitnya.

Dicky mengharapkan, beberapa temuan yang berhasil dia kembangkan pada waktunya berguna bagi masyarakat luas. Dia yakin, pada awalnya, pasti akan menghadapi tantangan dan penentangan yang banyak. Namun pada akhirnya umat Islam akan dapat memetik buah yang manis dari sejumlah teknologi baru yang terus dia kembangkan. Bayangkan saja, bagaimana kalau berkendaraan tidak perlu lagi beli bahan bakar minyak (BBM) yang semakin mahal. tapi cukup menggunakan air yang di negeri kita ini sumbernya melimpah ruah.

Sumber: prestasiindonesia.id


Blog, Updated at: 20.13.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda