Heboh..!!! Merasa Dapat Wahyu, PNS Ini Sholat Menghadap Timur

Posted by

PERAWANGPOS, PEKALONGAN - Pada umumnya umat muslim di seluruh dunia ini jika sholat pasti menghadap kiblat, berbeda dengan wanita ini. Seorang wanita yang bernama Sri Hartati, warga Desa Kejambe, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan mengaku mendapat wahyu tentang sholat yang menghadap ke timur atau tepatnya membelakangi kiblat.

Ia mengaku percaya terhadap wahyu yang didapatnya tersebut, pengalaman spiritual tersebut diyakini adalah ajaran yang sebenarnya bahwa Sholatadalah menghadap ke timur. “Saya mendapat wahyu dari ayat-ayat itu bahwa sholat menghadap ke timur. Petunjuk itu yang saya ikut dan saya jadikan pedoman.” jelasnya, seperti dikutip Tribunnews.com

Namun untuk jumlah shalat dalam yang ia lakukan dalam sehari, jumlahnya masih sama seperti umumnya yaitu sebanyak lima waktu.Kemudian menurutnya juga ada perbedaan mengenai jumlah neraka. Al-Qur’an menjelaskan bahwa neraka berjumlah 7 lapis, namun ia berkata bahwa jumlah neraka lebih banyak yaitu 17 lapis.

“Saya belajar dari Al-Qur’an bahwa neraka berjumlah 7, namun yang saya liat jumlahnya lebih luas yaitu 17.” tuturnya.

Sri Hartati yang berusia 47 tahun adalah seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini masih aktif mengajar di SDN Karangdadap.

Sri Hartati mengaku telah melewati banyak perjalanan spiritual sejak dirinya jatuh sakit pada tahun 2009 lalu. Bahkan dokter telah memvonis dirinya hanya akan bertahan selama seminggu.

“Dokter telah menyerah, bahkan saya telah divonis tidak akan bertahan selama seminggu, akhirnya saya pulang kerumah.” Ucapnya, seperti dilansir Tribunnews.com Jum’at lalu.

Pada saat itu kondisi kesehatannya sangat buruk, bahkan untuk bangun dari tempat tidur saja tidak bisa. Semua aktivitasnya terpaksa dilakukan di atas tempat tidur termasuk mandi dan BABpun dilakukannya di atas tempat tidur.

Sri Hartati juga mengaku sebagai utusan Tuhan pembuat Alkitab Na’sum, bahkan berita ini telah tersebar sampai ke telinga seorang habib yang berasal dari Jakarta. Habib tersebut lalu menghubungi Sri Hartati untuk menanyakan kebenarannya sebagai titisan nabi Isa.

“Saya tidak pernah mengaku kalau saya itu adalah nabi, bahkan ada habib yang menelpon saya apakah benar saya itu titisan Isa. Saya tidak pernah mengakuinya, saya ini utusan” Imbuhnya.

Menurutnya nabi dan utusan Allah itu adalah 2 hal yang berbeda. Sehingga orang lain tidak bisa mengecapnya sesat.

“Kalau nabi itu sudah pasti utusan Tuhan, namun utusan Tuhan kan belum tentu seorang nabi. Dari petunjuk-petunjuk yang saya alami, saya ini utusan.” Sambungnya.

Meskipun pengakuan dari Sri Hartati ia telah mendapat wahyu, namun warga setempat tetap tidak mempercayainya. Sebagian besar warga mengecapnya sebagai pembawa ajaran yang sesat sehingga patut untuk dihindari dan diwaspadai.

Sri mengaku bahwa semua anggota keluarganya telah menganut ajarannya tersebut. Namun ia menuturkan bahwa dirinya tak mau menyebar-nyebarkan ajaran yang diyakininya itu kepada masyarakat luas. Ia berkata bahwa setiap orang bebas untuk memilih kepercayaannya masing-masing dan memiliki hak untuk memilih apa yang mereka percayai.

Sumber: tribunnews.com


Blog, Updated at: 19.00.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda