Ayah Eno : Bebaskan Saja Pelaku Dari Hukuman

Posted by

PERAWANGPOS, BANTEN – Sidang atas perkara pembunuhan  Eno Parinah yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jumat (9/6/2016) lalu, sangat melukai hati Ayah Eno, Arif Fikri (53). Pasalnya, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pembunuh anaknya hanya 10 tahun penjara.

Hal itu menurutnya tidak setimpal dengan cara terdakwa membunuh Eno Parinah. Arif mengatakan, tuntutan jaksa sangat jauh dari harapan keluarga. Sebab, mereka menginginkan RAL (15), pembunuh anaknya, dihukum mati.

Untuk itu, Arief meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang untuk membebaskan saja pelaku supaya diadili masyarakat. “Kalau PN Tangerang, tidak bisa kasih hukuman mati, bebaskan saja biar warga yang menghukum,” ucap Arif dengan nada geram, Jumat (9/6/2016).

Bersama istrinya Mahpudoh dan ratusan warga Serang, dia menuntut PN Tangerang meminta hakim menjatuhkan hukuman mati kepada para pelaku. “Semua orangtua kalau anaknya dibegitukan mana ada yang menerima. Inginnya pelaku dihukum mati,” ujar Arief.

Akan tetapi, hal tersebut akan sulit dipenuhi hakim. Hal itu karena tuntutan 10 tahun untuk RAL sudah menjadi tuntutan maksimal. Karena, sebagaimana diketahui, RAL terhitung sebagai anak di bawah umur.

Sedangkan menurut pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pelaku anak di bawah umur dikenakan hukuman setengah dari orang dewasa. “Pasal 340 adalah ancaman hukuman mati sementara anak-anak adalah setengah dari itu,” ujar Kajari Tangerang, Edyward Kaban.

Kini, terdakwa RAL didakwa dengan Pasal 340 jo Pasal 55 jo UU No 11 tahun 2012 tentang Sistem Pengadilan Anak subsidier Pasal 338 KUHP atau subsidier 339 KUHP.

Di samping itu, pasal kedua yang dikenakan adalah Pasal 351 KUHP jo UU No 11 tahun 2012. “Hukuman mati tentu setengahnya adalah seumur hidup. Seumur hidup tentu bisa 20 tahun, dari 20 tahun bisa 10 tahun,” pungkas Edyward.

Sumber: Pojok Satu


Blog, Updated at: 09.25.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda