Anggota Polsek Tampan Perkosa Seorang Gadis di Pekanbaru

Posted by

PERAWANGPOS, PEKANBARU - Anggota Polsek Tampan, Brigadir Mardiyus (31) menculik dan memperkosa gadis di Pekanbaru. Kapolresta Pekanbaru, AKBP Tony Hermawan mengatakan pelaku selain akan dipecat dan dibawa ke pengadilan umum.  "Sudah pasti saya pecat, dan saya juga sudah berkoordinasi terkait pemecatan ini ke Polda Riau.

Perbuatan anggota ini sangat memalukan institusi Polri," kata Kapolresta Pekanbaru, AKBP Tony Hermawan kepada detikcom, Jumat (17/6/2016).  Untuk tahap awal, kata Tony, pihaknya sudah menahan Brigadir Mardiyus untuk dilakukan pemeriksaan. Langkah ini untuk mempercepat jalannya kode etik di internal.  "Sidang kode etik akan kita segerakan, dan akan kita pecat. Selanjutnya peradilan umum dengan ancaman 5 tahun penjara," ujarnya.  Menurut Tony, Brigadir Mardiyus sudah mengabdi selama 12 tahun dengan status masih lajang.   "Saya juga sudah minta psikolog untuk melakukan pemeriksaan kejiwaanya. Sebab, prilakunya ini sangat konyol dan benar-benar kurang ajar," ucap Tony geram.

Informasi yang dihimpun perawangpos dari detik.com, korban melapor ke Polresta Pekanbaru, Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam laporannya, korban mengadukan nasibnya yang diculik 4 pria satu di antaranya angggota Polsek Tampan, Brigadir Mardius jabatan Unit Shabara Polsek Tampan. 

Dalam laporannya disebutkan, saat korban pulang kerja dengan sepeda motor diikuti mobil avanza warna biru. Setibanya di Jl Naga Sakti di kawasan Stadion Utama Riau, korban didesak untuk berhenti pada Rabu (15/6) pukul 17.30 WIB.  Setelah berhenti, satu pria keluar dari mobil dan memaksa korban untuk masuk dalam mobil. Warga yang ada di sekitar lokasi, mencoba menghampiri mobil tersebut. Sebab, korban saat itu berteriak meminta tolong.  Begitu warga mendekat, pria yang mengemudikan mobil yakni anggota Polsek Tampan, Brigadir Mardiyus keluar. Pria ini lantas mengacungkan senpinya sembari meletuskan sekali ke udara. Melihat hal itu, warga pun menghindar menjauh.  Selanjutnya, korban dibawa ke arah jalan Garuda Sakti perbatasan dengan Kabupaten Kampar. Dalam perjalanan, Brigadir Mardiyus dari jok depan pindah ke belakang. Di dalam mobil itu korban diperkosa. Ketiga rekannya hanya membantu memudahkan pelaku untuk memperkosa. Usai puas melampiaskan nafsu bejatnya, korban ditinggalkan begitu saja. 

Korban mengetahui pasti bahwa pelakunya anggota polisi, karena pekaku memperkosa masih menggunakan pakaian dinas yang ditutup jaket. Ketiga rekannya itu adalah, Inaf, Hen dan Kabul

Sumber: detik.com


Blog, Updated at: 14.29.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda