"Tahun 2012, Ahok Itu Kutu Loncat. Tahun 2016 Jadi Gusti Ahok"

Posted by

PERAWANGPOS, Jakarta -- Yang dilakukan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap politisi Partai Gerindra, Habiburokhman jelas merupakan pembunuhan karakter.

Dimana, “Ahokers” menagih janji Habiburakhman terjun dari Monas jika prasyarat dukungan Ahok di Pilgub DKI 2017 terpenuhi. Padahal, Habiburakhman meminta verifikasi satu juta KTP yang dikumpulkan Teman Ahok.

Pendapat itu disampaikan aktivis politik Ardi Wirdamulia. Melalui akun Twitter @awemany, pakar marketing ini menulis: “Yang dilakukan Ahokers terhadap Habiburokhman ini jelas pembunuhan karakter. Dia minta 1 juta KTP itu diverifikasi. Udah? Yet, anda ketawain. Pikirinnya korup. Merasa benar sendiri. Kalau @temanAhok bilang 1 juta, itu pasti bener. Masak orang ngga boleh ngga percaya. Verifikasi.”

Tak hanya itu, Ardi pun membeberkan perjalanan politikAhok. “Sebelum 2012 itu Ahok politikus biasa. Bajing loncat. Makan duit pengusaha buat kampanye di Belitung. Normal. Abis itu disulap ama Hasan.

Tahun 2016 dia udah jadi gusti Ahok. Yang kalau disenggol dikit, bala nya datang ngebully. Musti selalu suci. :),” tulis ‏@awemany.

Ardi pun mengingatkan pendukung Ahok, terkait karakter sebenarnya sosok Ahok. “Ada sesuatu yang kalian tolak untuk melihat. Ahok itu megalomania. Merasa diri besar/hebat. Semua pencirinya tersebar di media. Dia ngga akan peduli dengan semua orang. Hanya namanya. Jadi siap-siap aja. Bisa jadi, hari ini teman, besok anda ditikam.” Tegas @awemany.

Sumber : Intelijen


Blog, Updated at: 14.24.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda