Wakil Gubri Harus Orang Riau

Posted by

PERAWANGPOS, RIAU- Isu politik di Provinsi Riau bakal masih tetap akan hangat meski Presiden Joko Widodo telah melantik Arsyadjuliandi Rachman sebagai Gubernur Riau (Gubri) di Istana Negara, Rabu (25/5). Ini terkait siapa yang bakal mengisi kursi wakil gubernur yang lowong ditinggal Andi Rachman, sapaan akrab Gubri.

Makin hangatnya isu untuk posisi Riau 2 ini, karena Presiden Jokowi menanyakan langsung ke Andi Rachman usai pelantikan. Terkait pembicaraan singkat tersebut diungkapkan Gubri saat syukuran pelantikan di TMII kepada media, Rabu malam (25/5). Adanya perhatian orang nomor satu di RI ini untuk sosok calon wagubri tentu menjadi hal yang menarik.

Meski pada kesempatan itu Andi Rachman menjawan dengan normatif bahwa siapa yang bakal dicalonkan menjadi wagubri tergantung Partai Golkar. Karena saat maju di Pilgubri lalu berpasangan dengan H Annas Maamun, diusung Partai Golkar. Kini, sebagai gubernur definitif, Andi Rachman mempunyai waktu 15 hari terhitung sejak dilantik 25 Mei kemarin, untuk mengusulkan nama wakil ke Mendagri.

Sebelumnya, sejumlah nama sudah banyak bermunculan. Ada yang berasal dari kalangan birokrasi maupun politik. Baik dari internal maupun eksternal Partai Golkar. Dari kalangan birokrasi, disebut-sebut nama HM Yafiz (Plt Sekda Riau), Ahmad Syah Harrofie (Asisten I Pemprov Riau) maupun Alfitra Salam (Seskretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga). Dari kalangan partai politik, beberapa nama juga mencuat seperti Syamsuar (Ketua DPD II Partai Golkar Siak yang juga Bupati Siak. Selanjutnya HM Haris, Ketua DPD II Partai Golkar Pelalawan yang juga Bupati Pelalawan. Selain itu Yopi Arianto, Ketua DPD II Partai Golkar Inhu yang juga Bupati Inhu. Disebut juga H Sukarmis, Ketua DPD II Partai Golkar Kuansing sekaligus Bupati Kuansing yang segera memasuki akhir masa jabatan.

Selain kader yang sedang menjabat bupati,  nama politisi senior Partai Golkar Riau H Ruspan Aman juga mencuat ke permukaan. Di Fraksi Partai Golkar DPRD Riau, ada nama H Erizal Muluk dan H Masnur SH. Namun yang lebih menarik, nama Kordias Pasaribu yang notabene Ketua DPD PDI Perjuangan Riau juga masuk bursa.

Meski demikian, keputusan Partai Golkar dan Andi Rachman paling menentukan. Karena selain menjabat Gubri, Andi Rachman saat ini juga Ketua DPD I Partai Golkar Riau. Karena saat Pilgubri 2013, pasangan Annas Maamun-Andi Rachman hanya diusung Partai Golkar.

Sehingga, pengusulan nama calon Wagubri adalah hak Partai Golkar sebagai partai pengusung. Di sini, faktor Andi Rachman sebagai orang yang bakal "memakai" wakil dan statusnya pimpinan partai, bakal sangat menentukan. Selain itu, tentunya persetujuan DPP Partai Golkar yang kini dipimpin Setya Novanto.

Bakal ikut andilnya DPP dalam penentuan wakil ini diungkapkan politikus senior Partai Golkar, Rambe Kamarulzaman.  Ia mengatakan, sebagai pengusung pasangan gubernur dan wakil gubernur Riau, Partai Golkar punya hak mengusulkan nama calon wakil yang akan disodorkan ke DPRD Riau.

“Memang harus ditimang-timang, apakah wakil dari politisi atau birokrat. Golkar kan punya banyak kader di Riau,” kata Rambe menjawab Riau Pos.

Meski belum ada usulan dari DPD I Golkar Riau ke DPP, Rambe memastikan, prosedur partai akan berjalan. Di mana, daerah akan mengusulkan beberapa nama untuk dipilih oleh DPP. “Nanti dari DPD Golkar Riau mengajukan nama itu. Tentu setelah dibicarakan di bawah sebelum diajukan ke DPP, yang akan memutuskan mana yang akan disodorkan ke DPRD,” jelasnya.

Soal kriteria calon, Ketua Komisi II DPR itu menyebutkan partainya mengedepankan kaderisasi. Figurnya adalah yang memiliki kompetensi yang baik. “Kompetensi penting.

Figurnya harus yang dapat mem-backup kebijakan-kebijakan gubernur. Di samping dia orangnya yang punya komitmen dan kemampuan membangun daerah ke depan,” tambahnya.

Sementara Andi Rachman belum menegaskan nama calon wakilnya itu dari internal Partai Golkar. Namun ia menggarisbawahi bahwa mencari wakil yang bisa bekerjasama, punya komitmen membangun Riau lebih baik ke depannya. Bahkan ada penegasan khusus terkait kriteria calon wakilnya tersebut.

“Riau ini perlu yang fokus, kalau pikiran bercabang-cabang jadi wakil saya mana bisa,” ujarnya.

Ini, lanjut Andi, diperlukan untuk membantunya mewujudkan Riau yang lebih baik sesuai visi dan misi Provinsi Riau jangka menengah, dan jangka panjang.

“Kita lihat nanti, kami perlu duduk dulu di Golkar. Kita lihat kader Golkar nanti gimana masukannya, apa yang utama dari usulan nanti dibahas,” sambungnya.

Mengenai adanya nama-nama wakil di internal pemerintahan, Andi Rachman hingga kemarin hanya tersenyum ketika disebut nama M Yafiz maupun Ahmad Syah Harrofie. Demikian pula ketika disebut nama-nama ketua DPD II Golkar, dia juga tersenyum dan tidak berkomentar.
“Usulan-usulan banyak, tak apa-apa. Nanti dibahas lagi,” katanya.

Begitu juga saat dikonfirmasi munculnya nama Ketua DPD I Golkar Kepri Ansar Ahmad. Sumber Riau Pos menyebutkan, Ansar disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Andi Rachman serta dinilai dapat mewakili Riau Kepulauan dalam menjalankan pemerintahan. Untuk hal ini, Gubri juga belum mau berkomentar saat dikonfirmasi kemarin.

Sementara salah seorang Ketua DPD II Golkar Rohul Suparman mengatakan, wakil yang diharapkan sesuai keinginan melalui pertimbangan kajian, semua diberikan ke gubernur. Tentunya dengan meminta masukan dari internal kader. Kemudian jika memang dari birokrasi juga harus dikaji dulu apa pertimbangannya.

“Karena tentu kader dari Golkar ada yang potensial. Bahkan banyak malah berlebih. Kader Golkar senior juga layak. Yang penting wakilnya jangan menjadi musuhan dalam menjalankan pemerintahan,” kata Suparman. Sementara Ketua Komisi D DPRD Riau Erizal Muluk mengaku siap jika ditunjuk menjadi pendamping Andi Rachman. Namun sebagai kader, ia menyerahkan seluruh kewenangan tersebut kepada pimpinan partai.

“Saya tidak bisa menolak, jika partai menunjuk saya menjadi wakil gubernur,” ujarnya.
Yang menarik salah satu nama yang mencuat di luar kader Golkar adalah Kordias Pasaribu. Nama Ketua DPD PDIP Riau belakangan kerap muncul di berbagai pemberitaan media dan juga berkembang di media sosial. Kordias sendiri mengatakan, jika memang itu yang terjadi, hal ini dianggapnya anggap sebagai salah satu upaya membangun Riau lebih baik kedepannya.

“Tidak mengedepankan kelompok tertentu, tapi bagaimana mengakomodir kekuatan yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Wagub Harus Orang Riau
Di mata Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid, sosok Wagubri haruslah orang yang bisa menutupi kekurangan yang ada pada gubernur. Kemudian wagub juga harus bisa mengimbangi gubernur, untuk mampu membangun Riau lebih baik ke depannya.

“Harapan kami ya wagub itu harus orang kita sendiri dalam artian dia adalah orang Riau. Tapi kalau memang tidak ada yang memenuhi kriteria dan harus mengambil orang dari luar Riau, ya apa boleh buat,” katanya.

Saat ditanyakan terkait munculnya beberapa nama baik dari kalangan birokrat atau politisi untuk menjadi wagub, Wahid mengatakan, dia tidak memandang orang, melainkan melihat secara objektif. “Artinya pengalaman mereka baik itu di birokrasi ataupun dunia politik, kemudian juga soal pendidikan mereka, kemudian juga wibawa serta kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Sumber: Riaupos.co


Blog, Updated at: 13.38.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda