TKW Rita Krisdianti Dihukum Mati di Malaysia

Posted by

PERAWANGPOS, JAKARTA - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terus berupaya untuk membebaskan TKW Rita Krisdianti dari hukuman gantung.

BNP2TKI berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri berjanji akan maksimal agar pengadilan Penang Malaysia meringankan hukuman TKI asal Ponorogo itu.

"BNP2TKI merasa prihatin dan peduli dengan nasib Rita Krisdianti. Kami akan memberikan bantuan semaksimal mungkin," ujar Direktur Mediasi dan Advokasi Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI R Wisantoro di Jakarta, Senin (30/5/2016).

Menurut Wisantoro, bagian kekonsuleran KJRI Penang terus melakukan pendampingan agar yang bersangkutan mendapatkan hak-hak hukumnya dalam proses peradilan. Misalnya mendapat pendampingan pengacara dan tidak mendapat intimidasi.

Berdasarkan pengecekan pada Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BNP2TKI, Rita Krisdianti pernah bekerja di Taiwan pada 2009 dengan Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) PT Asa Muli Indoman Power. Selain itu Rita juga pernah bekerja di Singapura pada 2010 dengan PPTKIS Ciptakarsa Bumi Lestari.

"Namun namanya tidak tercatat dalam SISKOTKLN ketika diberangkatkan ke Hong Kong oleh PT Putra Indo Sejahtera (PIS) Madiun pada Januari 2013," jelasnya.

Seperti diketahui, Pengadilan Penang, Malaysia, menuntut Rita Krisdianti dengan hukuman gantung pada 30 Mei 2016 karena dugaan menyelundupkan sabu-sabu. Dia ditangkap Polisi Diraja Malaysia di Bandar Udara Bayan Lepas, Penang, pada 10 Juli 2013 beberapa saat setelah mendarat dari New Delhi, India. Di kopernya didapati empat kilogram sabu-sabu.

Rita Krisdianti diberangkatkan ke Hong Kong oleh PT Putra Indo Sejahtera (PT PIS), Madiun pada Januari 2013. Belum genap tiga bulan di Hong Kong, Rita dikembalikan ke Agensi di Hong Kong yang kemudian mengirimnya ke Makau, sambil menunggu keluarnya visa dan pekerjaan baru.

Rita diduga dijebak mafia narkotika ketika seorang menawari pekerjaan sampingan, menjual kain sari dan pakaian. Dia diterbangkan ke Delhi, New Delhi, dan menginap di ibu kota India itu. Seseorang menitipkan koper yang katanya berisi pakaian dan diminta membawanya ke Penang, Malaysia. Disebutkan, ada orang yang akan mengambil koper tersebut.

Sesampainya di Bandar Udara Internasional Bayan Lepas, Penang, pada 10 Juli 2013, Rita ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia karena koper tersebut ternyata berisi paket sabu seberat 4 kg. Ancaman hukuman di Malaysia untuk penyelundupan narkotika adalah hukuman gantung.

Sementara itu Konjen RI di Penang Taufiq Rodhi menyatakan pihaknya menghormati keputusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang atas Rita. "Namun demikian kita telah meminta pengacara dari kantor pengacara Goi and Azzura untuk mengajukan banding karena ini baru pengadilan tingkat pertama. Peluang memberika pembelaan masih terbuka," ujarnya.

"Melalui Kemenlu, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak yang membantu memberikan bukti meringankan," ujar Taufiq.

Sumber: detik.com


Blog, Updated at: 08.45.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda