Respon Mendikbud Anies Baswedan Tentang Peristiwa di Bengkulu

Posted by

ilustrasi
PERAWANGPOS, JAKARTA - Peristiwa pemerkosaan keji terhadap siswi SMP di Bengkulu menjadi pelajaran mahal bagi publik tentang keamanan anak-anak di dalam maupun luar sekolah. Mendikbud Anies Baswedan mengajak setiap warga negara untuk terlibat dalam menjaga keamanan siswa dalam lintasan mereka berangkat dan pulang sekolah. 

"Orang dewasa harus ikut memperhatikan keselamatan dan keamanan anak-anak. Jika terlihat ada kondisi dan situasi membahayakan maka jangan diam dan mendiamkan. Sapalah anak-anak dan ajak mereka untuk berada dalam situasi aman dan selamat," kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/5/2016). 

Anies menuturkan bahwa sekalipun keamanan secara konstitusional adalah tanggung jawab aparatur keamanan tetapi secara moral tanggung jawab kita bersama. Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas orang dewasa untuk memberi pendidikan ke anak-anak untuk menghindari kejahatan. 

Kemendikbud membagikan panduan bagi orang tua dan guru tentang bagaimana mendidik anak menghindari kejahatan. Ada beberapa langkah sebagai berikut:

-    Pastikan anak punya catatan tertulis identitas diri dan alamat rumah lengkap beserta nomor telepon darurat untuk dihubungi.
-   Ajari anak untuk berjalan dan bermain bersama teman, tidak sendirian. Biasakan mereka untuk peduli dan saling menjaga sesama teman. 
-      Peringatkan anak untuk menghindari tempat berisiko, seperti bangunan dan jalan yang kosong atau terdapat gerombolan yang mencurigakan dan membuatnya tidak nyaman  
-     Pastikan anak menempuh jalur yang aman setiap pulang dan pergi ke sekolah. Berjalanlah bersama anak untuk memastikan rute yang aman dan titik-titik darurat tempat anak dapat mencari pertolongan bila merasa dalam bahaya atau ancaman  
-         Ajak anak untuk waspada dan memperhatikan lingkungan sekitarnya serta memberitahu orang dewasa yang mereka percayai saat melihat sesuatu yang ia rasa tidak beres atau membuatnya khawatir 
-         Ajari ia untuk waspada terhadap orang yang tidak ia kenal, berhati-hati terhadap pemberian hadiah dari orang tidak dikenal, serta tidak membiarkan orang tidak dikenal masuk ke rumah .
-         Ajari anak untuk bertanya dan meminta pertolongan pada polisi dan petugas keamanan apabila tersesat di jalan atau pusat keramaian.
-         Didik anak dengan contoh. Tunjukkan bahwa kita selalu waspada dan memastikan keamanan diri dan lingkungan kita, semisal dengan mengajak anak terbiasa mengunci seluruh pintu rumah di malam hari.
-         Bentuk gugus pencegahan kekerasan bersama antara guru, orangtua dan siswa di sekolah, serta bersama tetangga di lingkungan rumah. Diskusikan dan susun langkah-langkah menciptakan dan menjaga lingkungan yang aman bagi semua anak.
-         Pastikan sekolah memiliki mekanisme pengecekan dan pelaporan kepada orangtua apabila siswa tidak sampai ke sekolah pada waktunya.
-         Pastikan komunikasi antara guru dan orangtua terjalin apabila ada tambahan kegiatan di sekolah dan di luar sekolah di luar waktu rutin.
-         Biasakan memperhatikan tanda-tanda masalah dan kekerasan pada setiap anak, termasuk perubahan sikap seperti: tiba-tiba menjadi pendiam, kehilangan selera makan, enggan bersekolah, dll 
-         Bagi orangtua, perhatikan juga tanda-tanda masalah dan kekerasan pada teman-teman anak kita. Laporkan dan diskusikan dengan pihak pihak yang dapat membantu.
-         Ciptakan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan untuk mengajari dan melatih anak agar waspada terhadap kejahatan, menjaga dirinya sendiri dan peduli serta saling menjaga antarteman.
-         Prioritaskan keamanan setiap anak di lingkungan kita. Laporkan potensi masalah di lingkungan yang dapat menjadi risiko bagi anak. Jangan diamkan potensi masalah.
-         Datangi dan bantu apabila melihat ada anak yang berada di tempat berisiko, tersesat, kebingungan atau tampak sedang bermasalah.

Sumber : detik.com


Blog, Updated at: 10.55.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda