Relawan Ini Beberkan "Kesesatan" Jokowi. Mulai Dari Bergabungnya Golkar Sampai...

Posted by

PERAWANGPOS -- Presiden Joko Widodo sepertinya sangat terobsesi untuk membangun infrastruktur di Indonesia demi harga diri, di mana nama Jokowi akan terukir di setiap monumen “kehebatan” yang berhasil diselesaikan.

Pendapat itu disampaikan mantan relawan Jokowi, Ferdinand Hutahean (30/05). “Padahal sesungguhnya membangun infrastruktur gagah-gagahan itu dari hutang, seperti proyek kereta api cepat Jakarta Bandung adalah proyek ‘istana pasir’ yang kelak akan menimbun bangsa ini dengan hutang super besar,” tegas Ferdinand.

Ferdinand menilai, dari sisi urgensi, semua proyek Jokowidapat disimpulkan dalam skala nol, karena memang proyek itu adalah proyek tidak penting.

Jokowi mungkin lupa bahwa berhutang itu tidak baik kalau untuk sekedar gagah-gagahan. Mungkin Jokowi merasa bahwa yang bayar hutang itu nanti adalah bukan dia, yang penting namanya tercantum di sana secara monumental. Sungguh sesat pikir yang luar biasa,” tegas Ferdinand.

Pada saat Pilpres 2014, kata Ferdinand, dengan sangat berapi-api Jokowi menyatakan akan membangun koalisi yang ramping dan koalisi yang tidak bagi-bagi kekuasaan. Namun, kini kenyataannya malah sebaliknya.

“Sesat pikir yang luar biasa ketika Jokowi merasa akan bisa memperbaiki bangsa ini dengan menggenggam Golkar yang mana pengurusnya bertabur catatan kriminal yang mengerikan. Bahkan sang Ketum Setya Novanto tercatat dengan sederet masalah. Kenapa Jokowi merasa akan mampu memperbaiki bangsa ini dengan bekerja sama dengan para kriminal? Tanya Ferdinand.

Tak hanya itu, Ferdinand juga membeberkan “kesesatan pikir” Jokowi lainnya. “Masih banyak sesat pikir lainnya seperti membebaskan tenaga kerja Cina menyerbu Indonesia dengan alasan kompetisi. Lapangan kerja yang seharusnya untuk para kaum pengangguran di negara ini akhirnya dicaplok oleh tenaga kerja Cina berbalut investasi,” pungkas Ferdinand Hutahean.

Sumber : Intelijen

Ferdinan Hutahean, Tim Relawan Jokowi


Blog, Updated at: 15.08.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda