MPKS Wan Hamzah Mengapresiasi Pemkab Siak Atas Pendirian Gedung LAM

Posted by

PERAWANGPOS, PUSAKO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah merealisasikan pembangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) untuk di 3 kecamatan pada tahun 2015 lalu. Dan hingga saat ini ketiga gedung LAM tersebut dikabarkan masih dalam masa pemeliharaan.

Adapun ketiga gedung LAM yang dibangun tahun 2015 lalu itu, dibangun di Kecamatan Sei Apit dengan pagu dana sebesar Rp1,086 milyar, di Kecamatan Sei Mandau dengan pagu dana sebesar Rp1,061 milyar, dan untuk di Kecamatan Pusako dengan pagu dana sebesar Rp826 juta, yang kesemuanya dialokasikan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak tahun 2015.

Ironisnya, belum genap satu tahun dibangun, salah satu gedung LAM yang terdapat di Kabupaten Siak itu, saat ini sudah ada yang mulai mengalami kecacatan fisik alias kondisi bangunan sudah tampak rusak.

Bahkan diduga proyek tersebut dikerjakan tanpa mendapat pengawasan maksimal dari instansi terkait.

Seperti halnya kondisi gedung LAM yang terdapat di Kecamatan Pusako. Saat awak media melakukan peninjauan, tampak pada bagian bangunan gedung itu sejumlah kerusakan, mulai dari kondisi lantai teras belakang yang amburadul, hingga kondisi pengecatan pada bagian dinding tangga yang tampak mengelupas.

“Sangat disayangkan belum lama dibangun, kondisi gedung LAM di Kecamatan Pusako ini sudah tampak amburadul, padahal hingga hari ini gedung senilai Rp800 juta itu belum ada digunakan,” ujar salah seorang warga, Kamis (12/5/2016).

Terkait kondisi tersebut, Ketua Umum Ormas Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah angkat bicara dan menyampaikan tanggapannya kepada publik, bahwasanya pembangunan gedung LAM untuk di setiap kecamatan memang dianggap sangat perlu.

Namun pihaknya menyayangkan, jika ternyata pelaksanaan pembangunannya tidak diawasi secara maksimal oleh instansi terkait. Karena akan berdampak pada kualitas bangunan yang terkesan asal-asalan saja.

“Kami sangat mengapresiasi kebijakan Pemkab Siak yang telah membangun sejumlah gedung LAM untuk di beberapa kecamatan, namun kita juga menyayangkan jika ternyata ada pelaksanaan pembangunan gedung LAM itu yang kurang mendapat pengawasan saat pengerjaannya, karena kita khawatir nantinya gedung yang dibangun dengan uang rakyat itu, belum lama dibangun sudah mengalami kerusakan,” tegas Wan Hamzah.

Sementara itu, pihak Disdikbud Kabupaten Siak, selaku instansi yang menangani masalah pembangunan gedung LAM di Kecamatan Pusako itu, saat dikonfirmasi dan dimintai tanggapan soal kondisi gedung yang mulai mengalami kerusakan itu, hingga saat ini masih enggan untuk memberikan penjelasan.

Begitu juga halnya dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan gedung LAM tahun 2015 Wahyudi Alrasyidi, saat akan ditemui di ruang kerjanya beliau sedang tidak ada di tempat, dan saat dihubungi melalui seluler dirinya enggan memberikan jawaban.

Sumber : Infosiak.com


Blog, Updated at: 07.32.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda