Jelang Kematian Eno, Tersangka Masih Sempat Menyiksa Korban Dengan Sadis

Posted by

PERAWANGPOS, JAKARTA - Rahmat Alim (15) siswa SMP tokoh utama pelaku pembunuhan sadis Eno Parihah, karyawati PT Polyta Global Mandiri tergolong sangat sadis. Tak hanya menyodok vagina korban dengan gagang pacul sepanjang 80 cm, pelaku sempat menggigit payudara Eno ketika sudah berlumuran darah. 

Melihat korban masih bernapas. Rahmat masih kesal dengan perlakuan korban yang menolak untuk diajak berhubungan intim. Dia langsung menggigit payudara korban kiri hingga membekas.

Seusai korban tak berdaya, maka Rahmat memegang kaki korban ke kanan dan membukanya. Dalam keadaan terkangkang, Rahmat menancapkan gagang cangkul sepanjang 80 cm hingga Eno akhirnya meninggal. Setelah itu, Rahmat mengambil ponsel milik korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan pelaku pembunuhan diketahui berjumlah tiga orang. Mereka adalah Rakhmat alias Dayat, Imam Pariadi alias Bogel, dan Rahmat sendiri sebagai tersangka utama. 

Motif pembunuhan sadis yang dialami Eno Parihah karena korban menolak untuk berhubungan badan dengan pelaku Rahmat. Hasil pemeriksaan sementara terhadap ketiganya, diperoleh fakta bahwa para pelaku belum lama berkenalan dengan Eno. 

Setelah kerap bertemu, pelaku Rahmat menjalin asmara dengan Eno. Peran dua orang lagi, kata Awi, ikut serta membantu menghabisi nyawa gadis berkulit putih itu.

"Ya biasa. (Rahmat dan Eno) Kenal-kenal gaul saja. Selesai bekerja dan bertemu di jalan itu biasa," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/5/2016). "Tiga (tersangka) sudah diamankan," tegas dia lagi. 

Sebelumnya, warga menemukan Eno tewas dengan kondisi mengenaskan karena terdapat kayu cangkul yang menancap pada alat vitalnya di kamar kontrakan Kosambi, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/05). Berdasarkan luka yang ditemukan dan hasil olah TKP, polisi menduga Eno dibunuh.

Sumber: rimanews.com


Blog, Updated at: 08.57.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda