Ini Nama-nama Konglomerat Indonesia Yang Terlibat Dalam Kasus Panama Papers

Posted by

PERAWANGPOS, Jakarta -- Akhirnya informasi data Panama Papers ke publik  resmi dibuka dinihari tadi untuk Waktu Indonesia Barat.

Sejak setahun yang lalu, 370 jurnalis dari 76 negara—diorganisasi oleh The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ)—menyelisik 11,5 juta data di dokumen itu. Sejumlah konglomerat Indonesia menyewa jasa firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca, untuk mendirikan perusahaan di yurisdiksi bebas pajak di luar negeri.

Didalam daftar klien Mossack yang dikenal dengan The Panama Papers, tercantum nama keluarga Mochtar Riady (peringkat keenam orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes), Wilmar International Ltd, yang dimiliki Martua Sitorus, dan keluarga Ciputra.w

Dalam dokumen tersebut, pemilik Grup Lippo, James Tjahaja Riady, tercatat sebagai pemegang saham di sebuah perusahaan bernama Golden Walk Enterprise Ltd. Perusahaan itu didirikan dengan bantuan Mossack di British Virgin Islands pada 2011. Putranya, John Riady, juga tercatat sebagai pemilik Phoenix Pacific Enterprise Ltd di BVI. Menurut data Forbes, kekayaan keluarga Riady mencapai US$ 2,1 miliar atau sekitar Rp 27,9 triliun. 

Sedangkan Wilmar International Limited tercatat memiliki dua perusahaan cangkang di daerah surga pajak atau tax haven. Dua perusahaan itu adalah Klientwort Benson Trustees Ltd dan Gold Branch Enterprises Limited. Goldbranch Enterprises didirikan di British Virgin Islands pada April 2010. 

Adapun Wilmar International adalah perusahaan yang dibentuk Martua pada 1991. Menurut Forbes, Wilmar memiliki 450 perusahaan manufaktur di 15 negara dengan jumlah karyawan mencapai 90 ribu orang di seantero jagat. Kekayaan Martua mencapai US$ 1,38 miliar atau sekitar Rp 18,3 triliun. 

Ciputra tercatat sebagai pemegang saham perusahaan Grace Global Inc yang terdapat di British Virgin Islands. Perusahaan itu berdiri pada April 2003. Anak Ciputra, Junita Ciputra, juga memiliki perusahaan Grace 28 Inc yang terdaftar di British Virgin Islands. Kekayaan keluarga Ciputra, menurutForbes, mencapai US$ 1,48 miliar atau sekitar Rp 19,7 triliun. 

Ketika dimintai konfirmasi pada April lalu, seorang anggota keluarga Riady memberikan keterangan off the record. Sementara itu, para petinggi Wilmar tak tahu ihwal adanya perusahaan cangkang atau offshore, seperti yang terungkap dalam Panama Papers. “Saya tidak tahu. Bukan kapasitas saya menjawab pertanyaan itu. Tanya saja ke Pak Tumanggor,” kata Direktur Eksekutif PT Wilmar Nabati Indonesia Taufik Tamin kepada Tempo, kemarin. Komisaris PT Wilmar Group, Master Parulian Tumanggor, menjawab hal yang sama. “Saya tidak tahu.”

Adapun Corporate Secretary sekaligus Direktur Keuangan PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santoso Brotosiswojo, mengatakan tidak mengetahui apakah keluarga Ciputra membuat perusahaan cangkang lewat Mossack Fonseca. “Saya enggak tahu, ya. Saya kira tidak, tuh,” tuturnya.

Sumber : Tempo


Blog, Updated at: 08.50.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda