Eno, Gadis Cantik Korban Pembunuhan Sadis

Posted by

PERAWANGPOS, JAKARTA, - Minggu (15/5) Ngeri, sadis, biadab, terkutuk, rasanya masih kurang untuk menggambarkan betapa kejam pelaku pembunuhan gadis cantik Eno Parihah di tanggerang. Eno parihah ditemukan tewas di kamar mes perempuan sebuah pabrik ditanggerang dengan luka kekerasan seksual berat. Maaf -dengan sebuah gagang cangkul menancap dikemaluanya-. Tolong jangan bayangkan bagaimana rasanya ketika anda harus menjadi orang tua si eno parihah yang malang. Niscaya anda tidak akan sanggup menerima kenyataan yang begitu pahit ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta.

Awi menjelaskan, saksi bernama Eroh yang menemukan pertama mayat korban. Eroh ini, menurut Awi, merupakan satu rekan kerja korban yang juga tinggal di mess yang sama.

"Sepulang kerja saksi yang sekamar dengan korban melihat pintu mess tergembok. Selanjutnya para saksi minta tolong ke teman kerjanya Yaya Jaidi untuk meminta kunci gembok ke perusahaan‎‎," terangnya.

‎Selanjutnya, Yaya meminta kunci itu ke pihak perusahaan. Sayangnya, pihak perusahaan t‎idak memiliki kunci duplikat seperti yang diminta oleh Yaya.

"Saksi pun menjebol pintu mess. Di situ korban disaksikan oleh para saksi yang tidur satu kamar sudah tewas," tandasnya.

Saat ini, pihak Polres Tangerang tengah memeriksa sejumlah saksi terkait kematian perempuan itu. Dia pun memastikan, Polda Metro Jaya akan membantu Polres Tangerang untuk mengungkap kasus tersebut.

Siapa pelaku biadab pembunuh eno parihah?

Polisi tentu saja terus bekerja kerasa mengungkap siapa pelaku pembuhan sadis ini. Hingga saat ini, berita terbarunya 3 orang buruh ditempat kerja eno sudah diamankan. Salah satunya diduga kuat sebagai pelaku yang masih diburu sementara 2 sedang diamankan dengan status sebagai saksi.

 "Dua orang ini berinisial R dan I. Kalau terduga pelaku inisial A. Cuma mereka ini masih kami kembangkan keterangannya," diungkapkan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.

Keduanya diamankan dari mes tersebut pada Sabtu (13/5) malam oleh tim gabungan dari Subdit Resmob dan Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Kota dan Polsek Teluknaga yang dipimpin oleh Kasubdit Resmob AKBP Eko Hadi Santoso, Kasat Reskrim Tangerang AKBP Sutarmo, dan Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto.

Saat ini keduanya masih didalami keterkaitannya dengan peristiwa pembunuhan itu. Belum jelas juga apa keterlibatan keduanya dalam pembunuhan sadis itu.

Eno pernah diancam

Entah kebetulan atau tidak, Eno Parihah (sebelumnya ditulis Pahrihah), korban pembunuhan sadis di Kampung Jatimulya, Kosambi, Dadap, Tangerang, pernah mendapat teror. Korban diancam oleh seorang perempuan.

"Dia ngomongnya 'gak dapet, alusnya mau dikerjain' gitu kata dianya. Itu kata anak saya cerita sama saya," ujar Mahfudoh (50), ibunda Eno kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Minggu (15/5/2016).

Menurut Mahfudoh, ancaman itu disampaikan kepadanya pada Jumat (5/5) lalu saat korban pulang libur panjang ke kediamannya di Serang, Banten. Si pengancam, adalah seorang perempuan teman satu pabrik dengan korban.

"Katanya alasannya 'saya (Eno) ketawa pas dia lewat', dia yang ancem sampai diseret Eno itu sampai keluar pintu," imbuh Mahfudoh.

Tetapi, Mahfudoh mengaku anaknya itu tidak pernah cerita kepadanya soal identitas di pengancam.

Sementara itu, Dita (24) kakak kandung korban mengatakan, korban juga sempat cerita bahwa dirinya bertengkar dengan seseorang. Hal itu disampaikan Dita, saat pulang libur panjang.

"Dia cuma bilang berantem sama orang Makassar, tetapi tidak cerita siapa orangnya. Cuma cerita gitu saja, karena dia tidak terbuka," ujar Dita.

Dan, untuk foto eno sendiri saat ditemukan di kamarnya sangat sadis sehingga tidak akan saya share disini demi kebaikan korban dan keluarga. Di forum forum kaskus silahkan anda cari, pasti ada foto pembunuhan eno parihah tanpa sensor atau yang disensor. Tapi pastikan anda akan kuat sebab menyaksikan foto eno parihah yang tewas dengan sebuah cangkul menancap dikemaluan itu sangat diluar batas tolenrasi.

Sumber: tribunnews.com


Blog, Updated at: 07.43.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda