Walikota Pekanbaru Digugat Warga 100 Juta. Apa Pasal?

Posted by

PERAWANGPOS -- Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menggelar sidang perdana gugatan warga Perum Delima Blok H16, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Rabu (6/4/2016). Ia menggugat Walikota Firdaus MT secara perdata dengan nilai Rp100 juta.

Dalam gugatannya, Ridwan menilai Wali Kota Firdaus menghambat komunikasi masyarakat Kota Pekanbaru yang ingin menemui lantaran pagar rumah dinas berada di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru selalu digembok.

Terdapat dua tergugat dalam hal ini, selain Walikota Pekanbaru secara individu, juga menjadi tergugat, Pemerintah Kota Pekanbaru. Dalam aturannya, mekanisme persidangan perdata akan melakukan upaya mediasi sebelum masuk ke pokok perkara.

Penggugat juga melayangkan gugatan pembongkaran pagar besi di rumah dinas Walikota. Ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih mudah bisa menyampaikan keluhan, dan aspirasi mereka kepada walikota.

Sayangnya sidang tak berlangsung lama. Karena begitu dibuka hanya diisi pengumuman pendundaan persindangan disampaikan Hakim Raden Heru Kuntodewo.

"Persidangan ditunda pekan depan karena hakim ketua berhalangan hadir, dan seorang hakim anggota juga tugas ke Jakarta," ujar Hakim Raden.

Sementara itu Iskandar Halim selaku pengacara penggungat menjelaskan, bahwa gugatan dilakukan karena Walikota Firdaus dianggap menghambat komunikasi dengan masyarakat. Padahal rumah dinas juga merupakan tempat warga menemui pimpinan untuk menyampaikan aspirasi.

"Sejak November 2014 hingga kini akses masuk ke rumah dinas wali kota Pekanbaru telah ditutup dengan cara membuat pintu dorong terbuat dari besi yang selalu dikunci," ujarnya.

Dikatakan Iskandar Hakim, semula pihaknya berencana menggugat sebesar Rp1 Miliar, tetapi karena berbagai pertimbangan maka nominal gugatan materil diturunkan menjadi Rp100 juta.[Riau]


Blog, Updated at: 08.49.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda