SMA Percontohan Di Siak, Gunakan Komputer Dalam Ujian

Posted by

PERAWANGPOS, SIAK - Tiga Sekolah Menengah Atas sederajat di Kabupaten Siak terpilih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mulai tahun 2016 ini. Sekolah-sekolah tersebut diantaranya SMKN 1 Mempura, SMAN 1 Siak, dan SMKN 1 Kandis, yang menjadi sekolah percontohan kurikulum tahun 2013.

Untuk melihat kesiapan pelaksanaan UNBK tersebut, Bupati Siak Syamsuar bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kadri Yafis, Camat Siak Wan Saiful, dan dua orang petugas auditor dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengunjungi SMAN 1 Siak, Senin pagi (04/04/16). Ditempat terpisah, Wabup Alfedri juga mengecek pelaksanaan ujian di SMKN 1 Mempura bersama Anggota DPRD Sujarwo, Camat Mempura Hendy Derhavin.

Di SMAN 1 Siak, Bupati Syamsuar sempat memberikan pengarahan kepada siswa sebelum ujian berlangsung. Ia mengaku optimis penggunaan sistem komputerisasi sudah familiar dikalangan pelajar di Kabupaten Siak, sehingga ia mengaku tak khawatir siswa akan kesulitan mengoperasikan komputer.

“Kalaupun tahun depan aturan ujiannya sudah harus pakai komputer semua, kita yakin anak-anak tak kesulitan. Anak-anak kita sekarang kan beda sama dulu, sudah high tecnologi semua, sudah lebih jago dari kita” kata Syamsuar disela-sela peninjauan.

Optimisme Syamsuar itu seolah terjawab saat berinteraksi dengan peserta ujian. Para siswa tampak yakin dan seolah tanpa beban mengikuti pelaksanaan ujian. “Dari tadi malam bapak sudah doakan kalian, mudah2an kalian lulus semua” katanya menjawab siswa yang minta doa sembari bersalaman.

Pengerjaan soal online lewat sistem komputerisasi ini, dirasakan jauh lebih cepat dan praktis pelaksanaannya. Sebelum ujian dimulai, para peserta akan diberikan kode pin seperti token, untuk mengakses soal ujian yang materi soalnya berbeda satu sama lain.

Kata Puguh Sutrisno, Ketua Panitia Pelaksana UNBK SMAN 1 Siak, jawaban peserta ujian melalui sistem online ini langsung masuk ke server pusat. Namun, dibalik praktis dan kerahasiaan pelaksanaan sistem canggih ungkapnya ini tak berart tanpa tantangan.

“Untuk kendala peralatan komputer InsyaAllah tak ada masalah dan sudah kita siapkan. Kendala yang dikhawatirkan muncul justru dukungan asupan listrik PLN. Kalau listrik mati sekalipun sebentar, kita khawatir akan berpengaruh pada konsentrasi siswa” jelas Puguh. Untuk menghindari pemadaman listrik, pihak sekolah dan Disdik kata Puguh, sudah berkoordinasi dan menyurati PLN Cabang Siak.

Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMAN 1 Siak, dalam sehari dibagi menjadi tiga gelombang. Yaitu pada pukul 07.30 Wib, pukul 10.30 Wib, dan terakhir pukul 14.00 Wib. Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 155 siswa kelas XII di sekolah ini mengikuti ujian sistem online yang dibagi dalam dua ruangan kelas.

Dua auditor Inspektorat Jenderal Kemendikbud pusat yang juga hadir untuk monitoring, mengaku puas dengan pelaksanaan UNBK disana. Salah satu petugas auditor, Syamsuri, menyebut persiapan ujian yang dilaksanakan sudah sesuai dengan ketentuan.

“Tidak ada keluhan maupun kendala, semua berjalan lancar. Mudah-mudahan sampai hari Kamis pelaksanaan ujian berjalan lancar. Semoga kondisi yang baik ini bisa terus dijaga sesuai motto jujur dan berprestasi” kata dia didampingi rekannya Fery Hasan.

Selain meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di sekolah dengan sistem online, Bupati Syamsuar dan rombongan juga meninjau pelaksanaan ujian dengan metoda Paper Besties (PBT) di beberapa sekolah lain, diantaranya SMKN 1 Siak, MAN 1 Siak,dan SMAN 2 Siak. Disana Syamsuar juga sempat berinteraksi dengan panitia pelaksana ujian, guru pengawas, dan siswa yang baru saja selesai mengikuti ujian.

Tahun ini, sebanyak 5923 siswa SMAN sederajat mengikuti Ujian Nasional dengan dua metode, UNBK dan PBT. Dari jumlah itu, 3968 siswa merupakan peserta UN dari Sekolah Menengah Atas sederajat, sementara sisanya 1955 siswa, merupakan peserta ujian dari Sekolah Menengah Kejuruan./hms



Blog, Updated at: 09.51.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda