Membaca Peta Kekuatan Caketum Golkar

Posted by

PERAWANGPOS, JAKARTA- Persaingan calon Ketua Umum Golkar di Munaslub pada Mei mendatang diprediksi berlangsung sengit. Para bakal calon ketua umum dinilai punya kelebihan masing-masing untuk bersaing.

Pengamat politik dari Poltracking Indonesia, Hanta Yuda mengatakan para caketum terus menggeliat dengan mencari dukungan. Peta kekuatan meski sudah terlihat ada bakal calon yang potensial, namun masih belum bisa ditebak.

"Sejak era reformasi, Golkar ini masih menjadi tolak ukur. Dari Munas 1999 sampai 2009, persaingan ketat sampai memunculkan perhitungan tinggal 2 kandidat," kata Hanta dalam diskusi 'Babak Baru Partai Politik di Indonesia' di Jenggala Center, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Dari analisisnya, terdapat beberapa nama potensial yang punya peluang sama. Misalnya, Wakil Ketua Umum Golkar Ade Komarudin. Berbekal pengalaman sebagai Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) serta pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi kelebihannya.

Politikus yang akrab disapa Akom ini juga menjabat sebagai Ketua DPR RI. Sebuah jabatan yang dinilai Hanta punya perbedaan dan kelebihan tersendiri.

"Karena dia Ketua DPR. Dia punya infrastruktur tadi (Ketua SOKSI, aktif di HMI, red) selain dia sebagai Ketua DPR. Beda bila Akom bukan Ketua DPR. Akom tanda petik bukan apa-apa. Politiknya bukan seperti sekarang," ujarnya.

Kemudian Wakil Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang dianggap masih punya kekuatan. Meski sudah tak menjabat sebagai Ketua DPR, Novanto adalah politikus yang punya pengaruh di Golkar.

Berbagai jabatan mulai Ketua Fraksi Golkar sampai Bendahara Umum, jadi kelebihan Novanto. Berlatar belakang pengusaha, Novanto dianggap punya kekuatan logistik yang memadai untuk bertarung di Munaslub.

"Yang kedua itu Setya Novanto. Dia punya logistik yang memadai," tuturnya.

Lalu, tak ketinggalan ada nama Priyo Budi Santoso. Mantan Wakil Ketua DPR ini punya nilai lebih karena sudah memperjuangkan komunikasinya ke daerah sebelum Munas Bali 2014 lalu. Saat itu, langkah Priyo berhenti sebelum Munas yang akhirnya memilih Aburizal Bakrie (Ical) secara aklamasi.

Pengalaman di organisasi sayap Golkar yaitu Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) kelebihan lain Priyo. Priyo juga pernah menjadi  Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPR.

"Faktor itu yang bisa masuk menjadi kelebihan Priyo. Di samping itu komunikasi yang sudah terjalin lama dengan daerah sebelum Munas Bali 2014, jadi perhitungan tersendiri," ujarnya.

Kemudian, ada nama Idrus Marham yang matang dalam kepengurusan organisasi Golkar. Pengalaman sebagai Sekjen DPP Golkar sejak Munas Riau 2009 jadi kelebihan Idrus. Kedekatan dengan kader Golkar sehingga bisa diterima oleh faksi manapun.

Idrus yang juga aktif belusukan ke daerah ini dianggap punya kekuatan logistik yang memadai.

"Idrus sejak 2009 jadi elite Golkar yang punya pengalaman sebagai Sekjen. Komunikasi yang aktif dan cakap dalam organisasi jadi nilai plusnya," tuturnya.

Tak ketinggalan, kader Golkar yang patut diperhitungkan adalah Airlangga Hartarto. Mantan Ketua Komisi VI ini sama seperti Priyo Budi Santoso yang sudah berkomunikasi dengan pengurus daerah sebelum Munas Bali 2014.

Kelebihan Airlangga memiliki kekuatan logistik untuk bersaing dengan caketum lain. Catatan bersih Airlangga sebagai kader Golkar juga menjadi kelebihannya.

"Airlangga ini sudah lama berkomunikasi dengan pengurus-pengurus daerah," tutur Hanta.

Terkait syarat caketum Golkar harus punya prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tak tercela (PDLT), Hanta menilai ikut berpengaruh. Posisi Ketua Umum merupakan simbol partai. Dengan kharisma kedekatan yang kuat di internal Golkar, maka tentu akan memberikan citra positif terhadap partai.

Faktor lain yang dicari kader adalah caketum punya kemampuan dalam ekonomi politik. Caketum yang punya legal protection dinilai menjadi nilai plus dan dibutuhkan kader di daerah.

"Legal protection ini bisa memberikan perlindungan hukum karena di daerah itu banyak pejabat daerah," sebutnya.

Sumber : detik.com


Blog, Updated at: 00.05.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda