Kondisi Sijunjung Pasca Galodo

Posted by

PERAWANGPOS, SIJUNJUNG - PASCA galodo yang menghantam Nagari Sumpurkudus dan Sumpur Kudus Selatan, Sabtu (16/4) malam, warga hingga saat ini masih dicekam ketakutan. Pasalnya, bencana alam yang berlangsung 30 menit tersebut tak diketahui datangnya oleh warga sekitar. Mereka khawatir bencana alam tersebut akan kembali terjadi.

Eni (43), warga simpang Calau, Jorong Kampungbaru, Nagari Sumpur Kudus Selatan adalah salah satu korban yang rumahnya dihantam material lumpur dan batu serta kayu. Kala itu, ia mendengar suara gemuruh, tak lama kemudian material lumpur, batu dan kayu langsung menghantam rumahnya sekitar pukul 22.30 WIB. Dia mengaku sangat ketakutan. Sebab, di rumah saat itu, hanya ada ia dan anak- anak. Dia berusaha minta pertolongan warga lain untuk menyelamatkan barang-barang miliknya.

Beruntung, beberapa warga yang mendengar teriakan minta tolong Eni dan datang dan membantunya. Namun kata Eni, warga tersebut hanya berani mengevakuasi barang-barang di rumah bagian atas. Sementara bagian bawah tidak bisa disentuh. Karena derasnya air beserta material lumpur dan kayu.  “Ada warga yang menolong menyelamatkan barang-barang,”cerita Eni.

Sidai (51), warga lainnya mengaku sempat melihat ganasnya arus air saat kejadian. Karena merasa memiliki nomor telepon petugas polisi, Sidai langsung menghubungi Kapolsek Kumanis dan melaporkan kejadian tersebut.  Ia menyaksikan, awal air mulai memasuki permukiman. Karena pada saat itu, ia berada di persimpangan.

Air deras bercampur lumpur itu tidak bisa lagi ditampung sungai. Sehingga merengsek ke badan jalan dan menghantam pemukiman warga.

Sementara itu Kapolsek Kumanis Iptu Azirman mengatakan, akses jalan ke dua nagari tersebut sudah aman untuk dilalui. Begitu juga dengan jalan utama nagari yang tertimbun lumpur tebal di tiga titik juga sudah dibersihkan petugas dan warga.

“Jembatan kecil (polongan) sepanjang 7 meter yang hancur diterjang banjir bandang juga sudah bisa dilewati. Karena petugas polisi bersama TNI dan BPBD dibantu warga membangun jembatan alternatif dari batang pohon kelapa,”sebut Kapolsek Senin (18/4).

Sumber : Riaupos.co
Ket. Foto : ilustrasi


Blog, Updated at: 13.29.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda