Curhat Bupati Siak Untuk Jalan Provinsi

Posted by

PERAWANGPOS, SIAK- Bupati Siak, Drs H Syamsuar mengaku disaat infrastruktur jalan yang sering dilewati mengalami kerusakan, banyak masyarakat langsung menyampaikan keluhannya. Baik secara langsung, via sms, media sosial dan cara lainnya. Jika laporan tersebut berada dalam kewenangan Pemkab Siak, bakal segera direspon.

"Salah satu kesulitan saya, saat harus menjelaskan ke rakyat bahwa jalan yang mereka keluhkan tersebut, ternyata bukan jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten melainkan jalan Provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Riau ataupun jalan Nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat," kata Bupati seperti dikutip dari media sosial.

Contohnya, berdasarkan SK Gubernur menyatakan Jalan Simpang Beringin- Simpang Meredan (30 Km), Simpang Meredan - Simpang Buatan (19 Km), Simpang Buatan II (19 Km), Mengkapan-Buton (86,56 Km) merupakan ruas jalan Provinsi yang berada di wilayah Kabupaten Siak. Maka yang bertanggung jawab dan berwenang memelihara serta meningkatkan jalan tersebut adalah Pemprov Riau.

Hanya saja sejak tahun 2014, ruas tersebut tidak mendapat pemeliharaan ataupun peningkatan kualitas jalan. Padahal selain meresahkan masyarakat karena kerusakan di beberapa titik, ruas jalan ini juga merupakan jalur Tour de Siak, yang menjadi satu-satunya iven olahraga bertaraf internasional di Provinsi Riau.

Kondisi yang sama juga terjadi di ruas jalan Simpang Buatan - Mengkapan Buton yang sudah menjadi jalan Nasional. Namun pada tahun 2015, juga tidak ditangani oleh APBN.

Karenanya Pemkab Siak semula hanya bisa memberikan laporan dan mengimbau agar Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU, dapat memperhatikan ruas jalan milik mereka. Hanya saja keluhan masyarakat terkait jalan rusak terus saja mengalir.

Salah satu yang terparah terjadi di Kecamatan Koto Gasib yang menjadi ruas jalan kewenangan Provinsi. Karena kondisi struktur yang labil dengan tanah dasar gambut maka ada beberapa titik jalan mengalami penurunan antara 0.1 - 0,5 meter. Penurunan 0,5 meter terjadi di titik sebelum jembatan ketiga jelang perempatan km 11.

Kondisi jalan bergelombang tersebut sangat membahayakan pengguna jalan terutama di malam hari. Beberapa hari lalu saya dapat laporan, kondisi jalan ini menyebabkan terbaliknya mobil pengangkut sembako dari arah Sumatera Barat. Itu bukan kecelakaan pertama kali yang terjadi akibat jalan rusak.

Mendapat laporan mengenai situasi tersebut dan setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, saya memutuskan agar beberapa titik di Gasib yang mengalami kerusakan jalan parah, diperbaiki saja segera.

Saya perintahkan Kadis BMP berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (FLLAJR) yang terdiri dari instansi Polisi, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan. Dari hasil rapat tersebut dibuatkan berita acara agar kerusakan jalan segera ditangani sambil menunggu perbaikan dari pihak Provinsi. Tindakannya melalui Unit Reaksi Cepat Bina Marga Kabupaten Siak.

Tanggungjawab itu harus diambil segera, karena tak mungkin membiarkan keselamatan rakyat terancam karena jalan yang kurang diperhatikan, apalagi itu masih ada 'di dalam' wilayah Kabupaten Siak. Hal ini juga sebagai bentuk komitmen kami menjalankan amanat UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, khususnya pasal 24 (foto terlampir poin terakhir).

Alhamdulillah beberapa pekerjaan inisiatif perbaikan jalan bergelombang dan rusak yang dilakukan, dilaporkan telah selesai dikerjakan. Semoga tidak ada lagi pengguna jalan yang jadi korban.

Saya sangat berharap dan mengimbau, semua pihak yang bertanggungjawab pada ruas jalan Provinsi dan Nasional, semoga dapat memberikan perhatian serius. Selain surat resmi, kami juga akan terus memberikan laporan rutin, agar dapat dijadikan rujukan untuk memberikan perhatian pada daerah.

Mari bersama-sama bekerja cepat untuk rakyat.*Syam

Sumber : Kapurnews.com


Blog, Updated at: 11.43.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda