Beasiswa DCR Akan Gugur Jika Ada Ikatan Dinas

Posted by

PERAWANGPOS, RENGAT – Tidak semua calon penerima beasiswa program Dharmasiswa Chevron Riau (DCR) langsung menerima. Sebagian calon penerima beasiswa pendidikan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) tersebut, masih berupaya memilih sejumlah perguruan tinggi melalui ikatan dinas.

Sementara, ketika calon penerima beasiswa kuliah di perguruan tinggi dengan ikatan dinas secara otomatis, beasiswa dari PT CPI melalui program DCR akan gugur. Sebab, biaya kuliah melalui ikatan dinas sudah ditanggung oleh pemerintah.

Seperti, peraih peringkat ketiga beasiswa PT CPI di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Fransisca Natalia Avianti. Siswi kelas XII SMAN 1 Seberida ini memilih mendaftar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Banten.

Proses pendaftaran di STAN sudah dilakukan oleh anak bungsu dari empat bersaudara yang  tinggal di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu.

“Saat ini tinggal menunggu proses seleksi yang diprogramkan dalam tiga tahapan,” ujar Sisca panggilan akrabnya, Rabu (13/4). Pilihan kuliah di STAN sebut anak pasangan dari Alexander Natalia Avianti dan Cicilia Ramina ini, untuk mewujudkan keinginannya yang hobi dengan tantangan. Sebab, rasanya tidak semua orang yang menyukai belajar hitung menghitung.

Bahkan, siswi jurusan IPA ini lebih menggemari pelajaran hitung menghitung saat masih belajar di SMAN 1 Rengat. “Sejauh ini belum ada pemberitahuan, kapan seleksi tahap pertama dimulai oleh pihak STAN,” ungkapnya.

Ketika ditanya, apabila tidak lulus di STAN apakah masih memilih kuliah melalui ikatan dinas. Dikatakannya, apabila tidak lulus masih melanjutkan mendaftar di perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta.

Memang sebutnya, biaya kuliah yang disediakan melalui beasiswa DCR mencapai Rp11 juta per tahun untuk masa empat tahun. Kemudian ditambah dengan biaya wisuda sebesar Rp1 juta.

Namun demikian sebutnya, sejauh ini belum menyatakan tidak bersedia menerima beasiswa dari PT CPI melalui program DCR. Karena, apabila tidak lulus di dua perguruan tinggi melalui ikatan dinas tersebur tetap mendaftar di perguruan tinggi swasta.

“Sebenarnya, beasiswa Rp11 juta per tahun dinilai masih kurang,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu H Ujang Sudrajat SP MSi mengatakan, pada 2016 ini terdapat sebanyak enam orang siswa sebagai penerima beasiswa DCR.

Penerima beasiswa itu, yakni satu orang diperingkat tiga yakni Fransisca Natalia Avianti dari SMAN 1 Seberida. Kemudian, di peringkat empat terdapat sebanyak tiga orang di antaranya, Izma Chairini dari SMAN 1 Rengat, Uci Novalia Sitondang dari SMAN 1 Rengat Barat dan Taufik Yusuf dari SMKN 1 SMKN 1 Pasir Penyu.

“Untuk peringkat ke empat memperoleh sebesar Rp8,5 juta per tahun selama empat tahun ditambah Rp1 juta untuk biaya wisuda,” terangnya.

Sumber : Riaupos.co
Ket. Foto : ilustrasi


Blog, Updated at: 09.52.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda