5 Sosok pembenci Islam ini Justru Beralih Jadi Mualaf Bagian 1

Posted by

PERAWANGPOS, Islam merupakan salah satu agama paling kerap disalahartikan sepanjang dua dekade terakhir. Banyak cap intoleran, radikal, serta mendukung kekerasan ala teroris disematkan kepada penganut Islam. Tudingan-tudingan itu semakin marak di negara Barat. Korbannya adalah para imigran.

Lima sosok dalam daftar ini punya satu kesamaan. Mereka dulunya percaya bahwa Islam adalah agama yang memicu kekacauan di dunia. Mereka secara gigih menyebar wacana menyudutkan agama yang berkembang pertama kali dari jazirah Arab ini.

Namun, belakangan para pembenci Islam yang gigih ini justru tertarik pada ajaran Nabi Muhammad. Mereka mengubah keyakinan yang lama, menjadi sepenuhnya memeluk Islam dan mengakui keesaan Tuhan.

Seperti apa cerita mereka tiba-tiba mengubah persepsi buruk tentang Islam, lalu menjadi pemeluknya yang taat? Berikut rangkumannya oleh merdeka.com

1. Daniel Streich

Anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) dulunya pembenci Islam yang tenar. Daniel Streich sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya selama kurun 1990-an.

Situs islamicbulettin.com melaporkan Streich penganut kristen taat. Dia dibesarkan dengan ajaran Kristiani dan semasa kecil pernah bercita-cita menjadi pastor. Namun ketika remaja niatnya berubah. Ia mulai gemar berpolitik dan tanpa ragu terjun langsung menjadi anggota partai ternama di Swiss.

SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich paling vokal menyerukan penutupan masjiddi seantero Negeri Cokelat ini.

Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Alquran dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi Muhammad itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum muslim. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan agama rahmatan lil alamin ini.

Semakin jauh Streich belajar Islam, semakin tenggelam dia dalam keindahan agama samawi itu. Dia akhirnya menjadi mualaf enam tahun lalu.

"Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Agama ini memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting dan tidak saya temukan di agama saya," katanya.

Sumber : Merdeka.com
Ket. Foto : Daniel Streich


Blog, Updated at: 11.35.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda