Warga Tasik Betung Kuasai Lahan Berdasarkan SKT

Posted by

PERAWANGPOS, SIAK -Sebanyak 43 orang warga yang mendiami lahan Cagar Biosfer tidak tahu nasibnya lagi ke depan.

Padahal, para warga malang ini, sudah menguasai lahan itu berdasarkan adanya Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga diterbitkan Penghulu Kampung Tasik Betung An.

Menanggapi hal ini, salah satu  tokoh masyarakat Kecamatan Bungaraya Edianto Siregar, Senin (7/3) di Kota Siak menyampaikan, lahan yang masuk Cagar Biosfer berada di lokasi sekunder 9, Dusun Bedeng Makmur, Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau yang lahannya masih semak belukar.

"Dari 300 surat SKT yang dimiliki masyarakat yang menduduki lahan yang diklaim Pemkab Siak masuk kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dikeluarkan oleh Penghulu Tasik Betung," ujar Edianto tokoh masyarakat sekaligus Ketua PAC OKP Pemuda Pancasila Kecamatan Bungaraya.

Setelah mencuatnya, masalah eksekusi yang akan dilakukan oleh Pemkab Siak terhadap masyarakat yang menduduki lahan terlarang tersebut, Penghulu Kampung Tasik Betung mengeluarkan Surat Pembatalan SKT tersebut.

"Sebelum mencuatnya masalah eksekusi terhadap masyarakat Kampung 40 Penghulu nyantai saja. Namun, setelah mengetahui bahwa lahan yang dia keluarkan SKT masuk Cagar Biosfer kok langsung mengeluarkan surat pembatalan untuk SKT tersebut.

Dan anehnya lagi, para pemegang SKT lahan yang didudukinya tidak dikasih tahu sebelumnya," imbuhnya.

Edianto juga mengatakan, dalam pengurusan SKT tersebut masyarakat harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah.

"Biaya yang dikeluarkan masyarakat sekitar Rp8 juta untuk satu SKT atau sekitar 2 hektare. Kalau 300 SKT sudah berapa duitnya, itu baru kerugian yang timbul dari SKT saja belum termasuk biaya pengolahan lahannya, ini yang akan kita tuntut nanti," sebutnya.

Masyarakat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Siak memberikan ganti rugi atau dipindahkan.

"Kita tidak akan melawan pemerintah daerah.

Kita hanya menuntut kepada pemerintah untuk mengganti rugi kalau tidak proses yang telah membuat SKT tersebut karena kami membeli dan sudah mengolah lahan tersebut," ujarnya.

Sumber : riaumandiri


Blog, Updated at: 06.09.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda