Presiden Jokowi dorong OKI 'boikot produk Israel'

Posted by

PERAWANGPOS, Presiden Joko Widodo mengatakan Organisasi Kerja Sama Islam, OKI, memiliki kepentingan untuk menguatkan tekanan kepada Israel, termasuk boikot atas produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato penutupan Konferensi Tingkat Tinggi KTT Luar Biasa OKI, Senin 7 Maret di Jakarta.

Presiden mengatakan terdapat urgensi bagi OKI untuk meningkatkan dukungan terhadap Palestina, melalui sejumlah langkah-langkah konkret, yaitu 'penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan'.

KTT Luar Biasa OKI, yang dihadiri oleh perwakilan dari 57 negara, sejak awal memusatkan perhatian untuk membahas masalah Palestina dan Yerusalem.

Dalam pidato penutupannya, Jokowi juga meminta semua anggota OKI menguatkan dukungan politis untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Palestina-Israel.

"Peninjauan kembali Quartet, dengan kemungkinan penambahan anggotanya. Indonesia siap untuk berpartisipasi dan mendukung mekanisme ini," kata Presiden.

Joko Widodo menambahkan perlunya peningkatan tekanan kepada DK PBB untuk memberikan perlindungan internasional bagi Palestina. "Dan penetapan batas waktu pengakhiran pendudukan Israel," tegasnya.

Termasuk pula, lanjutnya, "Penolakan tegas atas pembatasan akses beribadah ke Masjid Al-Aqsa serta tindakan Israel mengubah status-quo dan demografi Al-Quds Al-Sharif.

Kepada anggota OKI, Jokowi juga meminta agar semuanya turun tangan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak di wilayah pendudukan.

Di hadapan peserta Konferensi Tingkat Tinggi KTT Luar Biasa OKI, yang berakhir Senin (07/03), Presiden menyatakan dirinya 'gembira' adanya pengesahan dua dokumen yang disebutnya sangat penting.

Yang pertama, adalah resolusi yang menegaskan kembali posisi prinsip dan komitmen OKI terhadap Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. "Resolusi ini diharapkan sejalan dengan kehendak rakyat Palestina," katanya.

"Kedua, adalah Jakarta Declaration, sebagai inisiatif Indonesia, yang memuat rencana aksi konkrit para pemimpin OKI untuk penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif," kata Joko Widodo.

Karenanya, Presiden mengatakan dirinya berterima kasih atas dukungan tersebut. "Dan Indonesia siap bekerja sama untuk mendukung implementasi deklarasi tersebut," tandasnya.

Dalam bagian akhir pidatonya, Presiden menegaskan, bahwa melalui KTT ini, sejarah akan mencatat bahwa para pemimpin dunia Islam telah mengirimkan pesan kuat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Palestina.

Sumber : BBC Indonesia


Blog, Updated at: 07.48.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda