Kab. Padang Lawas Belajar LPPD Ke Kab. Siak

Posted by

PERAWANGPOS, SIAK – Meski Sumatera Utara (Sumut) punya 33 kabupaten/kota, tapi tak satupun dari daerah itu yang membuat Kabupaten Padang Lawas (Palas) kecantol untuk belajar soal penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).
 
Kabupaten baru di Sumut yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau ini justru lebih memilih Kabupaten Siak. Jelang siang Selasa (15/3), Staf ahli Bidang Hukum dan Politik Pemkab Palas, Anwar Benni yang langsung memimpin rombongan.
 
Tim penyusun LPPD yang berjumlah 12 orang ini disambut Pelaksana Harian (Plh) Sekda Siak Fauzi Asni di Sri Indrapura Meeting Room Kantor Bupati Siak di kawasan perkantoran Tanjung Agung Siak Sri Indrapura.
 
“Kami diutus oleh Bupati ke sini untuk belajar soal kiat penyusunan LPPD. Sekaliguslah kami ingin berteman dan bekerjasama. Sebab daerah kami adalah daerah pemekaran. Kami ingin mengikuti jejak Siak. Mudah-mudahan sepulang dari sini, kami bisa lebih baik lagi dan bisa mendapat 20 besar soal penyusunan LPPD,” kata Anwar berterus terang.
 
Sebelum cerita teknis penyusunan LPPD, Fauzi pun cerita penjang lebar soal perjalanan Pemkab Siak hingga bisa menjadi kabupaten 20 besar terbaim penyusunan LPPD di Indonesia. “Tahun 2011 silam Pemkab Siak masih di posisi 119. Setahun kemudian peringkat Siak naik dua level. Tapi di tahun 2013, peringkat kita melonjak hingga di posisi 19,” terang lelaki yang juga Asisten I Setda Setdakab Siak ini.
 
“Kunci utamanya sih komitmen setiap Satuan Kerja (Satker) mengisi formulir sesuai ketentuan. Kekompakan dan koordinasi yang kuat lintas Satker juga sangat penting. Termasuk dari kecamatan, desa, kelurahan hingga dusun.” katanya.
 
Secara garis besar, Fauzi akhirnya menjelaskan strategi penyusunan LPPD tadi. Dimulai dari pembentukan tim penyusun dan tim pengolahan data dari setiap SKPD. Penyusunan dimulai di awal tahun.
 
Selanjutnya, pengawasan terhadap pengendalian pencapaian kinerja setiap Indikator Kinerja Kunci (IKK). Nah SKPD yang belum menyerahkan data dan tidak bisa mencapai prestasi tinggi, dikasi teguran.
 
Soal studi banding, pemerintahan yang datang ke Siak tidak hanya belajar soal LPPD tadi. Tapi juga belajar tentang seperti apa Siak bisa membikin sistim Pelayananan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Sampai-sampai Kemendagri banyak merekomendasikan daerah untuk belajar ke Siak.
 
Selain itu ada juga sederet daerah yang datang untuk belajar soal reformasi birokrasi. Maklum, sejak dua tahun lalu Kemen PAN-RB sudah menetapkan Siak sebagai kabupaten percontohan reformasi birokrasi di Riau.rls


Blog, Updated at: 15.29.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda