Jihad Cyber, Perang Lawan Penjajah di Dunia Maya

Posted by

PERAWANGPOS, Studi – Sejalan dengan perlawanan bangsa Palestina melawan Israel di lapangan, pertempuran elektronik atau perang cyber di dunia dari hari ke hari maya semakin memanas tak ada peluru dan senjata di sini akan tetapi kerugian yang diderita amat hebat.

Israel menganggap ini adalah brain war atau psywar melawan sel-sel rahasia tersembunyi. Israel pun sering mengaku kelabakan terutama militernya. Sebab militer merupakan kekuatan utama. Serangan cyber sini dianggap akan mengancam keamanan nasional Israel.

Pos-pos Sensitif

Pakar khusus teknik informasi Asyraf Mustaha menyebut pertempuran di dunia maya berupa pembobolan situs situs Israel bisa menyamai bahaya perang militer fisik. Karena ini menyangkut instansi sensitif yang dimiliki oleh Israel seperti pangkalan militer, bandara udara, yang bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar.
Beberapa saat lalu lalu Israel sudah menyatakan siaga menghadapi proses menghadapi perang dunia maya. Seperti dikutip situs Al-Majd, Mustafa menegaskan pengaruh serangan dunia maya terhadap Israel dari para hacker di dunia maya ini sangat sensitif apabila menyerang situs bank karena hal itu akan mengancam keamanan ekonomi Israel yang bisa. Di mana para nasabah di bank tersebut akan menarik semua dana mereka. Demikian halnya jika situs-situs militer dan keamanan Israel menjadi sasaran dari peretasan ini yang bisa menimbulkan ancaman keamanan bagi Israel tersebut kaki Israel dunia maya.

Dunia Maya

Dunia maya menjadi medan pertempuran baru selain medan tempur laut, udara dan darat dalam melawan penjajah Israel. Namun dunia maya dalam jaringan internet menjadi medan riil bukan hanya medan selingan. Sebab Israel kini memiliki persiapan dan teknologi khusus mengawasi dan mengikuti semua informasi dan data yang melintas di dunia maya dari kelompok anti Israel.

Selain itu, mata-mata Israel juga terus mengawasi jejaring sosial. Dari sana mereka peroleh banyak data.

Israel Resah

Meski Israel cukup memiliki teknologi canggih dalam hal ini, namun mereka menggadapi dua persoalan keamanan.

Pertama, Israel bekerja dalam sistem eletronik integral terpusat dimana segala sesuatu diatur dengan jaringan terhitung sistemik. Sehingga sulit untuk menentukan prioritas seperti jaringan listrik, sistem perbankan, bursa, penermbangan. Kedua, jika salah sistem di salah satu jaringan itu rusak maka akan menimbulkan kerusakan besar sebab mengandalkan komunikasi dan koneksi dengan luar sehingga sulit dijaga.

Selain kerugian materi dan keamanan yang bisa diderita Israel karena aksi peretasan atau serangan hacker oleh perlawanan Palestina atau pro Palestina, Israel juga mengalami bahaya mental. Dimana peretasan dan pembobolan berkali-kali ke situs penting dan disebarnya informasi rahasia keamanan Israel mengindikasikan Israel tidak bisa menjaga diri secara teknologi.

Aksi-aksi Peretasan Cyber

·         11 Juli 2012 kelompok yang menamakan diri Gaza Hacker Team membobol situs Knesset Israel. Dalam halaman situs itu muncul pengakuan hacker bahwa mereka memiliki banyak informasi tentang elit Israel dan menawarkan tuntutan di antaranya agar Israel menghentikan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha, menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat dan serangan ke Gaza serta membebaskan tawanan Palestina.

·         Januari 2012 kelompok yang sama menyerang situs pribadi Menteri Luar Negeri Israel kala itu Dani Ayalon.

·         7 Aprol 2013 kelompok hacker Anonimus menyerang sejumlah situs kementerian Israel, termasuk dinas imigrasi Israel, mahkamah, dan 100 ribu situs lainnya, 40 ribu halaman Facebook, 5 ribu akun Twitter pejabat Israel, 30 ribu rekening bank Israel, sehingga Israel merugi hingga 3 milyar dolar. Kelompok Anonimus mengancam akan menyerang dengan serangan lebih besar setiap tahunnya. Bahkan mereka mengancam akan “mengahpus Israel” dari internet sebagai balasan atas kejahatan Israel.

·         April 2014 Anonimus kembali menyerang situs-situs Israel dengan massif sebagai dukungan kepada Palestina. Situs pemerintah dan non pemerintah Israel diserang untuk menyedot informasi di dalamnya atau menghentikan layanan. Mereka juga berhasil mengirim pesan kepada puluhan ribu pasukan Israel. bahkan mereka mampu meretas TV Israel terpenting seperti TV 2 dan 10 berkali-kali.

Sumber : infopalestina


Blog, Updated at: 06.22.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda