Anggaran Pembangunan Pangkalan Militer Di Natuna Naik 300%

Posted by

PERAWANGPOS -- Komisi I DPR mengungkapkan anggaran untuk membangun pangkalan militer di Natuna naik tiga kali lipat atau 300 persen lebih dari perkiraan awal sekitar Rp400 miliar menjadi senilai Rp1,3 triliun."(Sumber anggaran pembangunan) APBN Perubahan 2015 dan APBN 2016, namun masih ada kekurangan. Targetnya 2017 selesai," kata Ketua Komisi I DPR, Mahfud Siddiq, di Jakarta, Kamis (24/03/2016).

Menurut Mahfud, rencana pembangunan pangkalan mititer di Pulau Natuna sudah dimulai sejak 2015 dan masih berlangsung, termasuk pembahasan tentang anggaran pembiayaannya.

Mahfud menambahkan pembangunan pangkalan militer di Natuna itu akan melengkapi wilayah pertahanan Indonesia bagian barat dan timur yang sudah ada sehingga memudahkan mobilitas militer. 

"Pembangunan (pangkalan militer di Natuna) sangat penting sebagai bagian pembangunan wilayah pertahanan bagian tengah yang berhadapan langsung dengan batas wilayah beberapa negara dan Laut China Selatan," tandas politikus PKS itu. 

Sebelumnya, kapal patroli Penjaga Pantai China mengganggu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindak kapal pencuri ikan dari negara tirai bambu itu di kawasan perairan Natuna.

Ketika sedang berpatroli di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (19/03), kapal pengawas KKP Hiu 11 mendeteksi pergerakan kapal ikan ilegal dari China, Kway Fey 10078.

Pada pukul 14.15 WIB Sabtu (19/3), Kway Fey 10078 tercatat berada di sekitar koordinat 5 derajat Lintang Utara dan 109 derajat Bujur Timur yang merupakan kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Akibat pelanggaran tersebut, Hiu 11 mulai mengejar sambil melepaskan tembakan peringatan, tetapi kapal Kway Fey melarikan diri, antara lain dengan bermanuver zig-zag.

Namun sekitar pukul 15.00 WIB, kapal ikan ilegal China tersebut berhasil dihentikan dan petugas KKP segera menginjak geladak kapal Kway Fey serta menahan delapan awak buah kapal itu.

Kemudian, saat KM Kway Fey akan dibawa petugas KKP, tiba-tiba datang kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang datang mendekat dan menabrak Kway Fey, dengan dugaan agar kapal ikan asal Tiongkok tersebut tidak bisa dibawa ke daratan Indonesia. 

Untuk menghindari konflik, petugas KKP meninggalkan Kway Fey dan kembali ke KP Hiu 11 dan hanya berhasil membawa delapan ABK. [Rima]


Blog, Updated at: 09.07.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda