Komisi D DPRD Provinsi Riau Kunjungan Kerja Ke PT.Indah Kiat Pulp and Paper

Posted by

PERAWANGPOS, SIAK- Anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi D lakukan kunjungan kerja ke Perusahaan kertas terbesar di Asia bahkan salah satu didunia PT.Indah Kiat Pulp And Paper yang terletak di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Rabu (23/2/2016)

Kunjungan itu langsung di pimpin ketua Komisi D Erijal Muluk beserta anggota.

Kedatangan mereka di sambut langsung direktur operasional Hasanudin di ruang pertemuan Eulyptus areal perkantoran group Sinar Mas tersebut.

Dalam pertemuan itu ketua komisi D Erijal Muluk menyampaikan bahwa kedatangan mereka sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya serta salah satu mitra DPRD di komisinya yakni dibidang lingkungan hidup.

“Makanya kami berkunjung kesini sesuai dengan tugas serta mitra di legislatif bidang lingkungan hidup mengenai limbah serta bagaimana penataan dengan baik,” ujar Erijal Muluk.

Mardianto anggota komisi D yang ikut dalam rombongan menyampaikan dan meminta penjelasan terhadap perusahaan terkait pengolahan limbah serta pemanfaatannya.

“Kita meminta kepada perusahaan menjelaskan sejauh mana pengolahan limbah baik itu padat, cair, dan gas sejak dari treatmen sampai dengan pemanfaatannya,” ungkap Mardianto.

Lanjutnya karena limbah apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak ke lingkungan sekitar berbahaya bagi kelangsungan hidup serta alam.

“Tentunya disini kita tidak mencari kesalahan perusahaan tetapi perlu ada penjelasan bagaimana secara baik pengolahan limbah itu,” kata politisi dari partai Gerindra itu.

Sementara itu Hasanudin dalam penjelasannya dihadapan anggota DPRD provinsi Riau komisi D mengatakan bahwa Perusahaan PT.Indah Kiat Pulp and Paper merupakan perusahaan kertas yang tentunya produknya di ekspor ke luar negeri.

“Untuk mendapatkan pangsa pasar di Internasional ada ketentuan-ketentuan yang harus di ikuti, salah satunya bagaimana penanganan serta pengolahan limbah sebaik-baiknya, mulai dari awal sampai dengan pemanfaatannya,” terang Hasanudin.

Dengan adanya pengolahan dengan baik itu katanya akan mendapatkan sertivikasi atau Iso yang menjadi syarat dasar menjual produk keluar negeri.

“Kita pun tidak main-main terhadap pengolahan limbah, karena berdampak pada marketing ekspor keluar negeri, kalau tidak di kelola dengan baik produk perusahaan tidak akan diterima Negara-negara yang menjadi pembeli,” pungkas Hasanudin. ***

Sumber : Lintas10


Blog, Updated at: 07.47.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda