DPO Terdakwa Penggelapan Dana PT. Persi Ditangkap Saat di Mall Jakarta

Posted by

PERAWANGPOS, SIAK – Kasus penggelapan dana pinjaman lunak di PT Permodalan Siak yang ditangkap pada Rabu (24/02/16) malam di Cilandak Town Square sudah berada di Siak pada pukul 13.00 wib dan sudah ditetapkan sebagai terdakwa.

Hal itu disampaikan Kajari Siak, Zondri, SH melalui Kasi Intel, Beny Siswanto Kepada Infosiak di ruangannya Kamis (25/02/16).

Beny juga mengungkapkan kronologis penangkapan bermula sejak ditetapkan Abdul madjid  sebagai direktur perusahaan penerima kredit PT Persi, adalah Daftar Pencari Orang (DPO) Kejari Siak telah melakukan pengejaran selama dua bulan dan berhasil menangkap terdakwa di salah satu Mall yang berada di Jakarta Selatan.

“Terdakwa kami tangkap saat janjian dengan kawannya di Mall,” ujar Beny.

Saat ini Terdakwa sudah di bawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Siak setiba sampai disiak.

Sebelumnya Sesuai informasi yang dihimpun Infosiak dari Kajari Siak, Zondri, SH melalui pesan singkatnya, tersangka Abdul Madjid ditangkap tim Satgas Kejagung pukul 20.15 Wib dalam perkara korupsi PT. Persi di Cilandak Town Square Jakarta Selatan.

“Penangkapan dapat dilakukan Tim Satgas Kejagung bersama tim Penyidik Kejari Siak berdasarkan hasil pemantauan tim secara intensif, selama status tersangka DPO,” terang Zondri.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Persi ini terjadi pada 2008 lalu. PT Persi melalui Direkturnya, Hainim Kadir, telah menyalahgunakan kewenangannya dengan menyalurkan kredit pupuk kepada PT Indrapuri Wahana Asia sejumlah Rp5.595.695.000 yang direkturnya adalah Abdul madjid.

Pemberian tersebut tanpa persetujuan dewan komisaris dan tanpa ada analisis dari bagian kredit PT Persi sendiri. Selain itu dimana penyaluran kredit pupuk tersebut hanya berdasarkan perjanjian kerjasama antara PT Persi dan PT Indrapuri Wahana Asia tanpa melalui persetujuan komisaris dan RUPS.

PT Persi, telah mencairkan uang sejumlah Rp5.595.695.000, kepada PT Indrapuri Wahana Asia yang tidak sesuai dengan perjanjian jual beli pupuk antara PT Indrapuri Wahana Asia dengan PT Pukati sejumlah Rp3.304.125.000. Adapun kerugian negara yang melibatkan PT Persi tersebut adalah sebesar Rp2,7 miliar. Angka tersebut berdasarkan audit penghitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP Riau.

Sumber : infosiak


Blog, Updated at: 10.20.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda