Alphabet Gusur Apple Sebagai Perusahan Yang Paling bernilai

Posted by


PERAWANGPOS -- Apple tak lagi menjadi perusahaan yang paling bernilai sedunia. Posisi Apple kini digantikan Alphabet, induk perusahaan dari Google. Alphabet kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $570 milyar di perdagangan setelah penutupan bursa, setelah perusahaan tersebut melaporkan pendapatan yang lebih besar dari yang diperkirakan untuk Q4 FY2015.

Alphabet merupakan perusahaan holding dan konglomerat bentukan Google dan menaungi beberapa usaha baik yang dimiliki oleh Google maupun terpisah dari Google, termasuk Google sendiri. Alphabet dipimpin oleh pendiri Google seperti Larry Page sebagai  CEO dan Sergey Brin sebagai presiden. Dalam laporan keuangan terakhirnya Alphabet meraih pendapatan $21.3 milyar dan pendapatan $8.67 per saham. Analis sendiri memperkirakan pendapatan per saham Alphabet $8.09 dan total pendapatan sebesar $20.8 milyar.

Hasil ini sendiri menjadi yang pertama bagi Google memiliki nilai yang melebihi Apple sejak tahun 2009. Apple sendiri saat ini nilai market cap nya bernilai $534.66 milyar, Microsoft bernilai $432.72 milyar, Exxon bernilai $317.59 milyar, Facebook bernilai $327.41 milyar, serta Berkshire Hathaway bernilai $317.15 milyar.

Menurut CFO Ruth Porat dalam pernyataannya saat laporan pendapatan Q4 tahun 2015, pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat di Q4 mencerminkan semangat bisnis mereka, didorong dari pencari mobile seperti YouTube dan iklan terprogram, semua area yang sudah diinvestasi Alphabet selama bertahun-tahun.

Namun bisa dipastikan Apple akan segera meraih posisi kepemimpinannya kembali karena para investor percaya pada pergerakan yang terjadi selama musim pendapatan. Beberapa faktor yang mengakibatkan Apple harus lengser dengan nilai yang tidak terpaut jauh ini sendiri disebut-sebut salah satunya adalah ketakutan yang terjadi di antara para investor dimana momentum penjualan iPhone milik Apple sudah mencapai puncak sehingga penjualan akan menurun. Hal ini akan membuat Apple harus menciptakan kategori baru lagi dan menemukan ledakan penjualan lain untuk mengembalikan kejayaannya. Pendeknya, para investor merasa Apple harus melakukan apa yang dilakukan sebelumnya dengan iPhone ke sesuatu yang lain dalam rangka untuk tetap berada di posisi atas.[Jagat]


Blog, Updated at: 12.04.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda