Umur 34 atau Lebih? Sikapi dengan Cerdas Persaingan Kerja 2016

Posted by

PERAWANGPOS, Saat ini, dunia kerja dipenuhi oleh talenta-talenta Generasi Y, atau generasi yang lahir periode 80-an hingga 90-an. Generasi Y memiliki karakteristik yang unik; tumbuh di tengah hiruk pikuk perkembangan teknologi nirkabel. Generasi yang sangat akrab dengan internet dan media sosial ini tidak takut perubahan, namun sering tidak sabar melalui proses menuju perubahan itu sendiri. Mereka merupakan angkatan kerja yang produktif, generasi andal, penuh kejutan dan ide-ide brilian.

CEO Karir.com Dino Martin mengungkapkan, “Mau tidak mau, suka atau tidak, Gen Y kini makin mendominasi dunia kerja. Generasi ini menjadi SDM yang dibutuhkan perusahaan, bahkan seringkali menjadi andalan dan tulang punggung. Dalam lingkup kerja, mereka jelas memiliki karakter yang berbeda dari generasi pendahulu. Untuk itu, mau tidak mau perusahaan perlu melakukan penyesuaian agar bisa mengoptimalkan SDM yang kian didominasi oleh Gen Y.”

Gen X sendiri adalah generasi yang lahir pada tahun 1965-1980 — demografi, sejarawan dan komentator menggunakan tanggal lahir perang dunia mulai dari awal 1960-an ke 1980-an. Istilah ini dipopulerkan oleh Douglas Coupland tahun 1991 sebagai Gen X baru. Gen X dikenal memiliki karakteristik yang mampu beradaptasi, mampu menerima perubahan dengan baik dan dikatakan generasi yang tangguh serta memiliki karakter mandiri, loyal dan pekerja keras.

Berdasarkan data Karir.com hingga November 2015, sebaran serta irisan jabatan profesional pekerja kelompok Gen X (usia 34 tahun ke atas) dan Gen Y (34 tahun ke bawah), serta analisis terhadap kompetisi kinerja antara kedua kelompok menggambarkan persaingan—dengan potensi dan keunggulan masing-masing—yang perlu disikapi secara cerdas oleh masing-masing generasi.

Salary Benchmark 1.2, sebuah instrumen pengukuran standar remunerasi bagi pekerja profesional sebagai hasil rancangan dan inovasi Karir.com bersama Kelly Services, diluncurkan 16 Desember lalu.

Platform ini dikembangkan dengan menambahkan fitur ‘Financial Tips,’ bekerjasama dengan Fokus Finansial, untuk membantu perencanaan keuangan tenaga kerja profesional yang disesuaikan dengan besaran gajinya.

Dino menjelaskan “Sejak online Oktober lalu di laman Karir.com, fitur Salary Benchmark ini telah digunakan oleh lebih dari 9.000 tenaga kerja Indonesia. Berbagai inovasi fitur yang kami hadirkan menjadi bukti nyata komitmen Karir.com dalam mendampingi para tenaga kerja Indonesia di sepanjang perjalanan karirnya.”

Dino juga menambahkan bahwa fitur Salary Benchmark 1.2 merupakan penyempurnaan dari Salary Benchmark yang sebelumnya dilengkapi ‘Career Tips’; sebuah panduan langkah berkarir yang juga disesuaikan dengan besaran gaji dan data yang diisikan, seperti posisi, industri dan lama berkarir.

Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian besar orang, gaji dan jenjang karir merupakan alasan utama berangkat ke kantor. Semangat dalam dada terpompa penuh ketika teringat orang-orang tercinta yang menjadi motivasi dan tujuan hidup.

Namun tentu saja gaji dan karir perlu strategi yang matang. Jangan sampai Anda dibayar tidak sesuai pengalaman, kompetensi, atau gaji pasaran di industri serupa. Begitu juga dengan jenjang karir.

“Dengan fitur ini, sebelum melamar di sebuah perusahaan, seseorang sudah memiliki target berapa gaji yang akan mereka ajukan. Kalau selama ini mereka kerap bingung dan hanya main tebak saja, sekarang mereka tahu gambaran yang lebih baik,” ungkap Dino.

Dino menjelaskan bahwa kontribusi Salary Benchmark bagi tenaga kerja Indonesia tak hanya sampai di situ saja. “Fitur ini sangat mendukung seseorang dalam berkarir, dan inilah objective kami dalam setiap produk yang kami kembangkan; kami ingin seseorang tak hanya memikirkan pekerjaannya saat ini namun juga karir ke depannya. Kami ingin menemani seseorang dalam perjalanan karirnya. Seseorang harus terus berkembang dan menambah ilmu seiring berjalannya waktu,” ungkapnya.

Bagi Anda yang berumur 34 tahun atau lebih, terutama yang sudah berkeluarga, tentu saja gaji merupakan hal pokok yang selalu mendapat perhatian. Biaya dan kebutuhan belanja sehari-hari, pendidikan anak saat ini hingga perguruan tinggi, jaminan kesehatan dan asuransi lainnya, investasi, dan lain-lain, pastinya Anda tidak ingin hal-hal tersebut terbengkalai karena tidak dapat mengelola gaji dengan tepat.

Menurut Dino, Salary Benchmark ditujukan bagi siapa saja yang ingin mengetahui gaji ideal yang bisa diperoleh tiap bulan. Tak terkecuali Gen X. Penggunaan Salary Benchmark sendiri sangat mudah. Setelah memasukan data yang diperlukan, gaji Anda akan tampil di Salary Meter dengan 5 zona gaji: di bawah market, di bawah dalam market, di tengah (atau rata-rata), di atas dalam market, atau di atas market. Kelima zona ini menjadi panduan untuk mengetahui kisaran gaji Anda di industri yang sama, tentunya sesuai dengan posisi dan lamanya Anda berkarir. Bagi Gen X yang telah mapan, tentunya hasil kisaran ini sangat berguna dalam meyusun rencana gaji dan rencana keuangan jangka panjang.

Menurut CEO Fokus Finansial yang menyediakan tips finansial Salary Benchmark, Rina Dewi Lina, perhitungan dan rencana keuangan perlu dilakukan cermat sejak dini. Apalagi Gen X dikenal sebagai kelompok usia yang mampu mengelola keuangan lebih baik dibanding Gen Y. Gen X dinilai lebih matang dalam mengelola keuangan dan perencanaan atas harta yang dimilikinya demi investasi masa depan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari faktor pengalaman yang panjang. Dengan Salary Benchmark, Gen X mampu mengatur penghasilan tetap secara mandiri; suatu skill yang perlu dimiliki di usia produktif.

“Fitur Salary Benchmark 1.2 hadir sebagai bank of financial tips yang membantu melatih tenaga kerja mengelola keuangan lebih bijak, serta meningkatkan kemampuan finansial melalui perencanaan karir yang lebih matang,” jelas Rina.

Pengguna yang sudah mencoba Salary Benchmark tak hanya berlomba-lomba demi mengetahui gaji ideal yang seharusnya diterima, karena terdapat juga hadiah 1 unit Vespa S yang akan diundi pada pertengahan Januari 2016.

Hadiah ini menjadi gimmick yang menggiurkan bagi pengguna. Caranya pun mudah. Hanya dengan mengajak 5 orang menggunakan Salary Benchmark, Anda berkesempatan memiliki Vespa S baru.

Mengenai Gen X sendiri, Dino menyarankan agar memiliki strategi perencanaan pengembangan karir yang lebih baik dan jeli melihat peluang bersaing dengan siapa pun, termasuk dengan Gen Y.

Data Karir.com menyebutkan, persaingan dan kompetisi jenjang karir antara kedua generasi semakin ketat di bagian-bagian tertentu. Salah satunya terlihat dari jumlah tenaga kerja yang lulus S-1. Presentasenya bisa dikatakan seimbang. Gen X mencatat angka 64% dan Gen Y 62%. Sementara itu, Gen Y yang menjabat sebagai Senior Staf juga porsinya besar. Angkanya mencapai 22%. Hal itu mengalahkan Gen X yang mencatat angka 18%. Hal ini menunjukkan bahwa masa atau periode pertumbuhan karir Gen Y lebih progresif dibandingkan dengan Gen X, dan hal tersebut terbukti dari terdapatnya irisan di beberapa tingkat jabatan.

Managing Director Kelly Services Bernadette Themas mengungkapkan, “Pergerakan talenta di Indonesia tahun 2015 masih cukup agresif, terlihat dari banyaknya perpindahan talenta dari satu perusahaan ke perusahaan lain, baik dilakukan secara personal maupun melalui jasa headhunter. Sementara tawaran kompensasi masih menjadi daya tarik utama untuk talenta dalam melihat tawaran kerja baru di samping alasan peningkatan karir dan mencari tantangan baru. Walaupun pergerakan perekonomian Indonesia sedang mengalami gejolak, kebutuhan akan talenta masih tetap diperlukan terutama untuk industri Financial Service Institution, Infrastruktur, E-Commerce, Teknologi dan Pertanian.”

Berdasarkan data Karir.com, industri seperti Komputer/Teknologi, Pendidikan, Ritel dan Komunikasi terbukti menjadi sektor yang dianggap sesuai dengan minat/karakter Gen Y. Gen Y tampak unggul di pekerjaan-pekerjaan terkait teknologi, dimana berdasarkan jumlah pengguna fitur, mereka mendominasi sebanyak 12%, mengalahkan Gen X yakni sebanyak 9%. Gen Y yang lebih kritis, terampil dalam hal komunikasi, cerdas dalam menggunakan teknologi dan piawai dalam kerja tim, menjadi nilai tambah positif bagi sektor-sektor tersebut. Di usia yang masih muda tidak heran jika karir Gen Y berkembang lebih pesat terutama di bidang yang diminati dan di sektor-sektor primadona sesuai perkembangan tren.

“Tenaga kerja dalam kelompok Gen X direkomendasikan perlu memiliki strategi perencanaan pengembangan karir yang lebih baik dan lebih jeli melihat peluang untuk dapat bersaing tidak hanya dengan rekan segenerasinya. Sementara Gen Y disarankan untuk dapat beradaptasi dengan lebih baik dan membangun karir secara lebih berkualitas dalam jangka yang lebih panjang, sehingga dapat bersaing secara sehat dengan generasi yang lebih senior,” tutur Dino.

Bernadette pun menambahkan, “Salary Benchmark ingin menyediakan gambaran atau referensi bagi pengusaha dan pencari karir mengenai gaji di Indonesia. Memberikan panduan dalam meningkatkan strategi sourcing bagi para pemimpin industri untuk bisa menarik karyawan ke organisasinya, juga sebagai referensi untuk mempertahankan karyawan yang mempunyai potensi besar di bidangnya.”

Ia juga menambahkan bahwa Gen X dan Y memiliki keunikan karakter masing-masing. Meski demikian, kedua generasi perlu terus beradaptasi dan mengasah keterampilannya agar mampu bersaing tidak hanya antar kelompok generasi namun juga dengan tenaga kerja asing nantinya.

Sudah siap mengetahui peta karir dan gaji ideal di tahun baru ini? Jangan tunda lagi, manfaatkan fitur Salary Benchmark 1.2 untuk rencana gaji dan karir yang lebih baik di 2016. [advertorial]


Blog, Updated at: 06.09.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda