Truk Melibihi Tonase Lewat Jembatan Maredan, Dimana Petugas Dishub Siak ?

Posted by

PERAWANGPOS, PERAWANG - Truk Penangkut barang yang melebihi Tonase bebas berlalu-lalang melintasi Jembatan Maredan kabupaten Siak.

Menurut pantauan media ini pada hari Sabtu lalu (9/1), truk yang melintasi jembatan tersebut tidak ditindak oleh petugas Dishub kabupaten Siak yang ada di Pos Jaga Dishub didaerah tersebut.

Media ini mencoba meminta keterangan kepada petugas Dishub Siak yang berjaga di area tersebut tentang tidak adanya tindakan tegas dari petugas, petugas Dishub dengan tanpa beban hanya menjawab datang saja ke kantor Dishub kabupaten Siak.

" Datang saja ke kantor kita di Siak mas, kami tidak punyak hak menjawabnya," ujar salah satu petugas Dishub yang bertugas di pos jaga jembatan Maredan pada hari sabtu lalu (9/1).

Melihat kondisi yang sangat miris ini, media ini juga mendapatkan keterangan dari salah satu warga Perawang kecamatan Tualang JM (nama samaran) yang berjualan di area jembatan menjelaskan, bahwa setiap harinya Truk yang melebihi beban (tonase) barlalu-lalang dengan bebas melintasi jembatan Maredan.

" Kadang-kadang truk berkompoi melintasi jembatan ini, petugas tidak ada tindakan, nah barusan kan abang rasakan truk pengangkut cangkang sawit lewat melebihi muatan sampek goyang ni jembatan, " pungkas JM.

Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa petugas Dishub yang berjaga di area jembatan selama ini tidak pernah menindak truk-truk yang melebihi muatan melintasi jembatan.

" Padahal kan sudah jelas bang, di depan jembatan di tertulis muatan melebihi 8 Ton tidak bisa melintasi jembatan, " pungkasnya lagi.

Menurut undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas Angkutan Jalan Raya, dimana jalan kabupaten yang merupakan jalan kelas 3 maksimal dilewati truk dengan bobot 8 ton. Mungkin UU tersebut belum dipergunakan Dishub kabupaten Siak selama ini.

Menanggapi ketidaktegasan Dishub kabupaten Siak dalam menindak Truk-Truk yang berbobot melebihi Tonase, Kadishub menjelaskan, memang dalam UU tahun 2009 benar bahwa bobot yang di tetabkan 8 ton, tetapi ada penjabaran dalam UU tersebut.

" Benar dalam UU 8 ton, tetapi penjabarannya harus kita mengerti, bahwa 8 ton itu bukan muatannya, " ujar Kadishub Siak Kaharuddin Senin (11/1)

Ia menjelaskan, kita harus tahu bahwa petugas Dishub yang bertugas dilapangan bukan tutup mata, melainkan mereka tahu bahwa hal tersebut bukan jenis pelanggaran, apalagi itu tidak mengganggu ketahanan jembatan tersebut.

"Semua itu harus kesadaran kita bersama, mulai dari masyarakat, Dishub, kepolisian dan lain-lain untuk menjaga ketertiban di area jembatan Maredan," tambahnya.

Karena Kadis PU, katanya,  sudah memberikan penjelasan kepada pihak dishub pada saat pertemuan di perawang kecamatan Tualang bahwa per meter di jembatan maredan tersebut bobot yang bisa diangkut truk kurang lebih 120 Ton.

" Per Meter 120 Ton kurang lebih bisa diangkut oleh truk, " imbuhnya.

"Semoga kedepannya hal-hal yang tidak kita inginkan jangan terjadi, beberapa hari kedepan kita juga akan membahas masalah Tonase ini dengan pihak kepolisian polres Siak, semoga ada kesimpulan yang baik untuk hal ini,"tutupnya. [Spiritriau]


Blog, Updated at: 18.57.00

2 komentar:

  1. Gx pernah di cek sih...hanya bilang 120 ton...sekarang kondisi jembatan itu da pada retak...nanti roboh siapa yang di salahkan ayo coba jawab??pasti pada lempar sana,lempar sini....yg di salahkan.
    Kalau gak dari sekarang di tekankan,kapan lagi.
    apa tunggu roboh tu jembatan...trus di bangun lagi keluar anggaran...buat pembangunan...hahahha...masih banyak masyarat melarat yang butuh disejahterahkan..bukan buat bagun ini,bangun itu buat apa klw gak sejahterah masyarakatnya....

    BalasHapus
  2. Lampu jembatan pun skrg kl malam sebiji pun gak ada yg nyala,parah banget!

    BalasHapus

Aspirasi Anda